PEKANBARU – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pekanbaru, Burhan Gurning menjelaskan kronologi terjadinya kecelakaan beruntun yang dialami mobil Damkar beberapa waktu yang lalu.
“Memang banyak informasi yang miss, kejadiannya itu di persimpangan lampu merah Simpang Arengka, waktu itu ada kebakaran di daerah teropong. Mobil meluncur dari pos terdekat, dibantu mobil rescue,” kata Burhan usai diundang oleh Komisi IV DPRD Pekanbaru, Selasa (22/6/2021).
Ketika memasuki lampu merah, mobil pemadam kebakaran berhenti karena didepan ada truk. Truk tersebut sudah diimbau pakai toa, namun truk tak juga bergeser, sementara di belakang ada mobil Damkar bermuatan 10 ton air.
“Jadi, daripada nabrak ke mobil warga yang sedang menunggu lampu hijau, petugas menabrak mobil Damkar yang didepan. Anggota kita itu sekarang masih terbaring, Komandan Peleton (Danton) kita juga kita hadirkan disini, dia masih pakai tongkat,” terangnya.
Kedepannya, Burhan mengimbau kepada masyarakat untuk bisa bekerjasama dengan petugas Damkar, dan memberikan jalan kepada mobil Damkar, supaya Damkar bisa memadamkan api dengan cepat.
“Kita bekerja untuk masyarakat, dan kita juga siap berkorban untuk masyarakat, makanya mobil itu memilih menabrak mobil didepannya daripada menabrak masyarakat lain,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, tabrakan beruntun mobil Damkar terjadi di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, tepatnya di depan Pasar Pagi Arengka.
Kecelakaan beruntun itu terjadi pada hari Senin (14/6/2021), sekitar pukul 12.15 WIB, yang melibatkan 1 mobil Tronton dan 2 mobil pemadam kebakaran Kota Pekanbaru.
“Iya terjadi lakalantas di pasar pagi Arengka yang melibatkan 3 kendaraan. Tabrak beruntun, posisi pertama kendaraan tronton sudah meninggalkan TKP yang disusul oleh dua mobil Damkar. Tabrakan terjadi saat iring-iringan Damkar yang akan ke TKP kebakaran di Jalan Teropong,” kata Kasatlantas Polresta Pekanbary, AKP Angga Wahyu Prihantoro.
Dalam peristiwa itu, dua orang penumpang mobil Damkar yang posisinya didepan mengalami luka-luka, dan sudah dibawa ke rumah sakit.
“Korban sudah dibawa ke rumah sakit, kami akan pastikan dulu, mereka ngerem mendadak karena sudah tidak sempat lagi menghentikan kendaraan, lalu tabrakan,” tutup Angga.
Terpisah Kabid Ops Damkar Kota Pekanbaru, Hendri Faisal menerangkan, kecelakaan terjadi saat di lampu merah, banyak pengendara lain yang berada di depan mobil Damkar yang tengah buru-buru menuju lokasi kebakaran di Jalan Teropong.
“Di lampu merah, ada mobil berhenti di depan, mobil rescue yang posisinya dibelakang mobil truck itu ngerem mendadak. Mungkin mobil Damkar yang di belakang tidak nampak atau apa, itulah menabrak mobil resque ini, lalu menabrak mobil truck yang ada didepannya,” kata Hendri.
Hendri lanjutkan, ada dua orang yang berada di mobil rescue Damkar yang posisinya di depan, sempat pingsan, namun sudah sadarkan diri.
“Ada dua orang sudah dibawa ke rumah sakit Sansani, tapi sudah sadar mereka. Ada yang terkilir dan luka-luka nanti di cek lagi,” tutupnya.




