Robin Eduar Maafkan Petugas Damkar yang Diskreditkan Dia di Instagram, Pastikan Perjuangkan Pengadaan Mobil Rescue

PEKANBARU – Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar menerima permintaan maaf secara terbuka dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Burhan Gurning atas pencemaran nama baik dia di media sosial.

Sebagaimana diketahui, akun @damkar.pku113 memposting foto Robin Eduar atas pemberitaan yang berisikan kritikan Robin kepada Damkar yang menilai petugas Damkar tidak hati-hati dalam membawa mobil Damkar, sehingga terjadi kebakaran beruntun di Simpang Arengka, Pekanbaru.

“Akun itu bukan resmi dari Damkar, itu harus ditertibkan, Dinas Damkar sudah meminta maaf secara terbuka ke Komisi IV, ke saya pribadi, dan ke Fraksi PDIP juga, Kadis juga janji akan menertibkan oknum-oknum yang begitu,” kata Robin, Selasa (22/6/2021).

Oknum dibalik akun instagram itu, ujar Robin, merupakan petugas Damkar Kota Pekanbaru, dan yang bersangkutan juga dihadirkan dalam rapat di ruang Komisi IV. Dengan begitu, kasus ini tidak sampai dilanjutkan ke ranah hukum.

Robin mengimbau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pekanbaru untuk tidak anti kritik, karena DPRD memberikan kritik sesuai dengan tupoksi mereka di bidang pengawasan, apalagi OPD itu merupakan mitra langsung dari komisi.

“Kita punya fungsi pengawasan supaya jangan terjadi lagi, karena ini kan sudah makan korban. Itu yang kita kritisi. Kita kritik supaya ada perbaikan. Kalau anti kritik ya OPD tak akan maju, kita ini kan dikritik untuk bisa maju,” tuturnya.

Selain membahas soal postingan yang merugikan nama baik Robin, Komisi IV dan Fraksi PDIP, Dinas Damkar dan Komisi IV juga membahas terkait kebutuhan mobil rescue Damkar yang sudah tidak ada lagi

“Kita minta mereka untuk usulkan itu, jadi 2022 diharapkan sudah bisa dianggarkan karena mobil rescue penting. Kota sebesar ini cuma ada 1 unit. Itupun sudah rusak karena kecelakaan, itu jadi perhatian kita,” terangnya.

Adapun, kebutuhan mobil rescue diperkirakan sekitar 4 unit, dengan pembagian di Pekanbaru bagian Utara, selatan, barat dan timur. Sebab, mobil rescue terkadang juga dioperasikan ke kabupaten tetangga, seperti Kampar.

“Kalau ini memang mendesak, di APBD P bisa kita anggarkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis Damkar Pekanbaru, Burhan Gurning menyampaikan pihaknya sudah menyatakan permintaan maaf dan berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang menjalankan akun instagram tersebut.

“Iya, kita akan tertibkan itu,” tuturnya.

Terkait kebutuhan mobil Damkar, Burhan menyebut pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,2 M untuk membeli empat mobil rescue yang nantinya akan dibagi ke beberapa daerah di Pekanbaru.