oleh

Diduga Banyak Sertifikat KONI Bodong Beredar di PPDB, Dewan Minta Sekolah Lakukan Verifikasi

PEKANBARU – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Provinsi Riau kembali dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya, diduga banyak sertifikat-sertifikat bodong yang dimanfaatkan untuk pendaftaran.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Gabungan DPRD Riau, Husaimi Hamidi kepada GoRiau.com, Jumat (9/7/2021) usai menerima laporan dari sejumlah masyarakat yang merasa dirugikan.

banner 300x250

“Saya menerima laporan dari masyarakat. Indikasinya itu, banyak atlet yang tak saling mengenal, padahal prestasinya dalam sertifikat itu sama, sertifikat ini dikeluarkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)” kata Legislator Dapil Rokan Hilir ini.

Pendidikan, ujarnya, merupakan sektor yang sangat penting dalam membentuk etika dan moral generasi muda. Makanya, dia sangat menyesalkan jika ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan ini untuk kepentingan pribadi.

“Jangan diajarkan anak-anak kita dengan hal begini, ini tidak mencerminkan nilai-nilai kejujuran. Saya minta sekolah memverifikasi ke Cabor-nya langsung, kalau ada yang terbukti laporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Riau, Eddy Moh Yatim memastikan pihaknya tidak akan diam dengan adanya laporan ini, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pihak bersangkutan.

Komisi V sendiri, lanjutnya, sudah menjalin koordinasi dengan Ombudsman dalam upaya menampung semua keluhan dari masyarakat, yang nantinya akan menjadi bahan untuk diminta pertanggungjawaban ke pihak terkait.

“Jangan coba-coba memanipulasi, tahun kemarin surat domisili, sekarang sertifikat KONI. Kami dari Komisi V akan mengawasi itu,” tuturnya.

Sebagai informasi, secara proporsi jalur prestasi memiliki kuota 30 persen dari keseluruhan jalur masuk sementara jalur masuk yakni jalur zonasi sebanyak 50 persen, jalur afirmasi 15 persen, dan jalur perpindahan orang tua wali sebanyak 5 persen. .