oleh

Karmila Sari Berharap PT PIR Bisa Berdiri Sendiri dan Perluas Kemitraan dengan Perusahaan Swasta

PEKANBARU – Wakil Ketua Komisi III DPRD Riau, Karmila Sari meminta PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) untuk terus meningkatkan kinerja dalam menggarap bisnis pertambangan batu bara di Batang Peranap, Indragiri Hulu.

Meski saat ini PT PIR masih menggantungkan operasional kepada pihak ketiga, Karmila berharap perusahaan bisa perlahan mencoba berdiri sendiri, sehingga usaha ini bisa dikerjakan oleh PT PIR tanpa peran pihak ketiga.

banner 300x250

“Kita maunya, ini bisa segera dilakukan secara bertahap, sehingga pekerjaannya tak didominasi kontraktor saja, ini peluang bisnis yang besar,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau ini, Sabtu (10/7/2021).

Pandemi Covid-19, ujar Legislator Dapil Rokan Hilir ini, memang membuat permintaan batu bara menurun, namun dalam dokumen kerjanya, permintaan batu bara PT PIR malah meningkat dan didominasi oleh kebutuhan pembangkit listrik, baik oleh PLTU Tenayan Raya hingga dikirim ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Diharapkannya, PT PIR bisa memperluas marketnya ke perusahaan besar yang beroperasi di Riau seperti RAPP dan IKPP. Kalaupun tak bisa mengisi semua, setidaknya bisa mengisi sekitar 10-15 persen kebutuhan.

“Sebaiknya begitu, karena harus ada simbiosis mutualisme antara perusahaan daerah dengan perusahaan swasta. Kalau bisa dikirim kesitu, tentu keuntungan PT PIR bisa lebih besar karena terpotong ongkos transportasi,” tuturnya.

Namun yang paling utama sekali, sambungnya, adalah PT PIR harus bisa meningkatkan eksplorasinya dari 1.750 hektar lahan yang dimiliki saat ini. Disamping, tumpang tindih lahan perizinan harus diselesaikan.

“Kita juga dalam waktu dekat akan memanggil analisa bisnis dari komisaris PT PIR, karena kalau pandangan mereka bisa sejalan dengan DPRD Riau, komunikasi kedepannya bisa jadi lebih baik,” tutupnya.