AHY ‘Sang Inspiring Leader’, Pemecah Keraguan Anak Muda Untuk Berpolitik

PEKANBARU – Siang itu, Kota Pekanbaru sedang panas-panasnya. Namun, panasnya Pekanbaru tak dirasakan oleh belasan orang berbaju biru yang tengah beberes di salah satu ruko berwarna biru di pinggiran Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru. Diatas ruko itu tertulis jelas ‘DPD Partai Demokrat Provinsi Riau’.

Belasan pelaku UMKM mengantre di depan ruko bertuliskan ‘DPD Partai Demokrat Provinsi Riau’. Antrean ini diatur berjarak satu meter Di depan mereka sudah berdiri Ketua DPD Demokrat Riau, Asri Auzar.

Satu persatu dari mereka keluar dari barisan untuk menerima paket Sembako yang sudah disiapkan oleh panitia. Usai menerima Sembako, mereka menyampaikan kalimat yang hampir mirip kepada Asri Auzar, ‘terimakasih pak’.

Kamis (12/8/2021) merupakan hari pembukaan kegiatan ‘Bulan Bakti’ yang diinisiasi oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Semua Pengurus DPD se-Indonesia dikumpulkan dalam rapat virtual.

Bulan Bakti merupakan program yang dilaksanakan Demokrat dalam merayakan dua dekade umur partai berlogo mercy tersebut. Satu bulan menjelang HUT Demokrat yang jatuh pada 9 September nanti. 

Usai membagikan paket sembako, rombongan DPD Demokrat Riau langsung bergerak menuju Kelurahan Tirta Siak, Payung Sekaki, Pekanbaru.

Disana, rombongan pengurus DPD Demokrat Riau disambut sejumlah anak muda yang dikoordinir oleh Muhammad Irfan Datuk Laksamana. Irfan merupakan tokoh muda di Kota Pekanbaru dan keturunan ke-IV Datuk Laksamana Raja Di Laut.

Irfan cs langsung mempersilahkan rombongan pengurus DPD Demokrat Riau untuk diantarkan ke lokasi pembagian Sembako menggunakan sepeda motor. “Jalannya sempit ketua, kalau dipaksakan mobil masuk semua, tidak muat nanti, kami antar pakai motor saja, paket sembako sudah dikumpulkan di depan rumah pak RW.”

Asri langsung memberi kode kepada Pengurus DPD Demokrat Riau untuk menaiki motor yang sudah disiapkan oleh Irfan. Rombongan berangkat menuju lokasi pembagian Sembako.

Mengingat Pandemi Covid-19, Sembako diserahkan secara simbolis kepada Ketua RW 05, Muhammad Syafi’i untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Beberapa, diantarkan langsung oleh Asri Auzar didampingi Irfan dan pengurus partai lainnya.

Setelah kegiatan itu tuntas, Asri selanjutnya menyerahkan KTA Partai Demokrat kepada Irfan. Secara resmi, Irfan menjadi bagian dari keluarga besar Partai Demokrat.

Ini merupakan momen yang sangat dinantikan bagi pria berusia 26 tahun tersebut, sebab, hari itu Irfan  membulatkan tekad untuk menjadi bagian dari keluarga besar Partai Demokrat. Keputusan ini diambilnya setelah mempertimbangkan banyak hal.

Dengan bergabungnya Irfan, Asri meyakini Demokrat akan bisa berbuat lebih banyak kepada masyarakat di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Mengingat Irfan masih muda, tentunya memiliki energi dan pikiran segar dalam membesarkan partai.

“Adinda Irfan sudah resmi menjadi pejuang politik, menjadi calon penerus kami yang ada sekarang ini, semoga bisa menjadi kader militan dan Insya Allah akan membantu kami mewujudkan cita-cita partai. Sesuai tagline ketua kami, ‘Muda adalah Kekuatan’, kami sangat terbuka kepada anak-anak muda.”

Keputusan bergabung dengan Demokrat bagi Irfan merupakan hal yang tidak muncul begitu saja. Terlahir dari keluarga berlatarbelakang partai lain, membuat Irfan dilema, apalagi almarhum ayahnya pernah menjadi anggota DPRD dan juga ketua partai.

“Semua keluarga saya itu warnanya tidak ada yang biru, tapi hari ini saya putuskan untuk memberi warna biru dalam perjalanan hidup saya.”.

Keinginan Irfan untuk menjadi kader Partai Demokrat berangkat dari rasa kagumnya kepada sosok SBY. Irfan pernah berjumpa langsung dan berdiri di samping Mantan Panglima Kodam II Sriwijaya itu.

Kala itu, SBY menjabat sebagai Presiden RI meresmikan Jembatan Tengku Agung Sultan Latifah Siak Sri Indrapura tahun 2006 silam, Irfan antusias ingin hadir saat diajak almarhum ayahnya yang menjabat Anggota DPRD Kabupaten Siak. Selama ini, Irfan hanya melihat SBY dari layar kaca televisinya.

Pertemuan singkat dengan SBY masih diingat dengan jelas oleh Irfan hingga berlanjut dengan pertemuannya dengan AHY. Irfan berkesempatan masuk ‘ring 1’ panitia penyambutan AHY di Kota Pekanbaru. Kali ini, dia hadir sebagai Ketua LAMR Kecamatan Rumbai Timur.

Sehari penuh, Irfan mendampingi ‘Sang Inspiring Leader’ berkeliling Kota Pekanbaru, bahkan Irfan ikut menemani AHY membeli parfum di salah satu mall. Semua dia lakukan hanya untuk bisa dekat dengan AHY.

Irfan kagum dengan sosok Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute itu. Bagi pria kelahiran 12 November 1993 ini, AHY menjadi ‘pemecah keraguan’ untuk anak-anak berani terjun ke dunia politik. 

Meski tidak lagi berpakaian gagah seperti waktu masih bagian dari TNI-AD, AHY dipandangannya masih tetap memiliki jiwa TNI-AD. Kontribusi AHY untuk rakyat tidak lagi melalui “TNI Manunggal Bersama Rakyat”, tapi diubahnya menjadi “Demokrat Berkoalisi Dengan Rakyat”. 

Terlepas dari pro-kontra yang ada, Irfan melihat sosok AHY sebagai seorang pemberani. AHY mengorbankan karir militernya untuk terjun politik. Tujuannya masih sama, mengabdi pada rakyat, hanya saja dari jalur berbeda.

Kekaguman Irfan pada AHY semakin bertambah ketika melihat pemaparan AHY terkait ‘Indonesia Emas 2045’. Sebagai anak muda, dia tak ingin melewatkan kesempatan ikut berperan mewujudkan bonus demografi itu.

Kini, Irfan memulai perannya dengan terlibat aktif berbagai kegiatan sosial dan menjadikan AHY sebagai teladannya. Puncaknya, Irfan diamanahkan sebagai Ketua Laskar Melayu Riau Kota Pekanbaru periode 2020-2024, sebelumnya hanya sebagai Sekjend.

Kedepannya, Irfan akan terus berkoalisi dengan rakyat sesuai dengan perintah Ketua Umum AHY serta mengajak anak-anak muda lain untuk ikut aktif dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa menuju ‘Indonesia Emas 2045’.