Riau Darurat Pengangguran, Lulusan S2 Ada yang Dodos Sawit

PEKANBARU – Anggota DPRD Riau Dapil Rokan Hulu, Syamsurizal meminta pemerintah segera bertindak dalam persoalan pengangguran di Provinsi Riau. Sebab, dia menerima banyak laporan dari masyarakat terkait minimnya lapangan kerja di Rokan Hulu.

Bahkan, Politisi PAN ini menjumpai kasus adanya lulusan S2 yang saat ini bekerja sebagai tukang dodos sawit. Mestinya, fenomena seperti ini harus menjadi perhatian dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Riau.

Syamsurizal khawatir, jika persoalan angka pengangguran ini semakin tak terkendali, bukan tidak mungkin hal-hal buruk akan terjadi di tengah masyarakat.

“Kalau sekarang ini kondisi ekonomi masih baik, walaupun banyak pengangguran, karena mereka bisa bekerja dodos sawit, harga sawit juga lagi tinggi, untuk jangka panjangnya seperti apa?” kata Syamsurizal, Minggu (29/8/2021).

Syamsurizal menyinggung soal database pemerintah dalam mengklasifikasikan pendidikan maupun keahlian warganya. Dia melihat, kelemahan pemerintah hari ini adalah lemah dalam pendataan, sehingga banyak orang-orang yang sudah tamat sekolah tidak tahu mau kemana lagi

Jika pemerintah mau serius, Syamsurizal berharap supaya dilakukan pendataan mulai dari tingkat RT, RW, Lurah dan Camat. Sehingga, semua data bisa terintegrasi dengan baik. Tapi, honor RT dan RW juga harus ditambah.

“Kalau ditanya ke Disnaker, berapa anak STM yang tak dapat kerja? Berapa sarjana teknik dan lainnya? Pasti mereka tidak ada. Mestinya ini sudah ada, supaya bisa dialihkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga,” tuturnya.

Lebih jauh, Syamsurizal menyarankan supaya pemerintah mulai bergerak membangun sektor hilirisasi sawit. Sebab, produk hilirisasi dari sawit akan memiliki nilai jual lebih tinggi ketimbang buah sawit ataupun Crude Palm Oil (CPO).

Jika geliat hilirisasi terhadap sawit ditingkatkan, Syamsurizal optimis akan bisa memangkas angka pengangguran, karena ada tenaga-tenaga kerja yang terserap.

“Inovasi seperti itu pasti terpikir sama gubernur, tapi kondisi anggaran kan tidak memungkinkan. Kita berharap lah supaya Covid-19 ini bisa cepat berlalu,” tuturnya.