oleh

Atlet SOIna Kepulauan Meranti Tanding Pakai Sepatu Pinjam, Ini Reaksi Gubernur Riau

PEKANBARU – Pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-6 Special Olympics Indonesia (SOlna) Provinsi Riau 2021, digelar di Kota Pekanbaru, Sabtu (9/10/2021). Delapan orang atlet dan dua orang pendamping perwakilan Kabupaten Kepuluan Meranti bertanding dengan Kondisi sangat terbatas.

Tim atlet SOIna Kepuluan Meranti berangkat bertanding dengan perlengkapan ala kadarnya. Mulai dari tak punya sepatu, seragam hingga minim biaya transportasi. Namun, keterbatasan itu membawa atlet meraih medali emas. Salah satunya, Alex Iskandar.

banner 300x250

Atlet atletik ini meraih medali emas pada cabang olahraga (Cabor) lari 100 meter. Alex bertanding lari dengan memakai sepatu pinjam. Hal yang sama juga dialami Astri. Atlet futsal putri ini juga pakai sepatu pinjam, dan akhirnya meraih medali perak.

Kedua atlet ini berasal dari keluarga tak mampu. Sehingga, orangtua mereka tidak bisa memfasilitasi keberangkatan anaknya ke Pekanbaru.

Mengetahui kabar ini, Gubernur Riau, Syamsuar, langsung memberikan sejumlah bantuan uang tunai dan perlengkapan olahraga kepada atlet SOIna Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Bantuan berupa uang sejumlah 1 juta rupiah dan sepatu olahraga serta satu set training, diberikan kepadaAlex Iskandar. Diserahkan langsung oleh Ketua Pengprov SOIna ibu Novilia kepada Atlet dan didampingi oleh pelatih,” kata Syamsuar, Minggu, (10/10/2021) melalui sambungan telepon. 

“Selain itu, juga diberikan bantuan sebesar 500 ribu rupiah kepada dua orang atlet Kabupaten Kepuluan Meranti untuk pembelian sepatu. Agar atlet-atlet bisa semangat berlatih,” ujar Syamsuar.

#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }

Diungkapkan Syamsuar, disaat melaksanakan kunker di Pelabuhan Buton, Minggu, (10/10/2021), ia juga menyempatkan diri menemui rombongan atlet SOIna Kepuluan Meranti. Gubernur Riau kembali memberikan sejumlah uang tunai kepada atlet itu. 

“Barusan kami juga bertemu rombongan atlet SOIna Kepuluan Meranti di Pelabuhan Tanjung Buton. Semoga pertemuan dan bantuan kami berikan ini bisa bermanfaat,” ucapnya. 

Terpisah, diceritakan Ketua SOIna Kepulauan Meranti, Syafrizal, Alex sejak awal berangkat memang tidak membawa sepatu, karena tidak punya. Alex mengaku mau bertanding dengan kaki telanjang.

“Alet SOIna Kepulauan Meranti yang berangkat ke Pekanbaru sebanyak 8 orang dan 2 pendamping. Semua atlet tunagrahita, yang rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

“Dia [Alex] memang tak punya sepatu buat tanding lari. Katanya dia siap lari tanpa pakai sepatu. Kami dari SOIna Kepulauan Meranti tak punya anggaran sama sekali untuk perlengkapan seperti sepatu maupun seragam,” ujar Syafrizal saat diwawancarai wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu malam.

Sebelum berangkat ke ibu kota Provinsi Riau, Syafrizal mengaku bingung memikirkan biaya transportasi dan perlengkapan. Atlet yang diberangkatkan dari cabor atletik, bulu, renang, lompat jauh, bola voly, tenis meja, bola tangan, tangkis, bocce, dan futsal. 

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur Alex mampu meraih medali emas,” ucap Syafrizal.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kepulauan Meranti, Rizky Hidayat menyebut pihak SOIna sebelumnya tidak mengajukan anggaran.

“Seharusnya mereka (SOIna Kepulauan Meranti) kan mengajukan dana bantuan awal tahun dan itu bisa kita masukkan ke dalam dana hibah, sebelum mengikuti pertandingan,” kata Rizky saat diwawancarai wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (10/10/2021).

Ia menjelaskan, semua kegiatan saat ini semuanya harus dianggarkan untuk bisa digunakan ketika ada pertandingan. Atau pun, SOIna bisa juga mengajukan bantuan dana hibah di awal tahun.

“Kemarin itu tidak ada pengajuan proposal dari SOIna-nya, itu yang tidak bisa kita anggarkan dana hibah mereka. Kalau tahun-tahun sebelumnya ada kita anggarkan. Tahun ini memang tak teranggarkan sama kita, karena kita tidak tahu akan ada pertandingan,” ungkap Rizky.

Namun demikian, Rizky secara pribadi memberikan bantuan uang Rp 1 juta untuk keberangkatan para atlet tunagrahita itu. Sementara itu, untuk biaya kepulangan atlet dan pendamping, Rizky mengaku akan dibicarakan nantinya.

“Nanti kita bicarakan sama pimpanan. Atlet ini kan dapat medali emas nih, seperti apa intruksinya nanti. Ya, kita sambulah mereka nanti,” tandas Rizky.