PEKANBARU – Suporter PSPS Riau Curva Nord 1955 melayangkan kritikan keras kepada Pelatih Kepala PSPS Riau, Jafri Sastra yang masih belum menunjukan racikan terbaiknya untuk permainan PSPS Riau.
Jafri Sastra masih saja mengandalkan umpang atau bola-bola panjang yang tidak efektif untuk bisa mengobrak-abrik pertahanan lawan untuk bisa menciptakan gol.
“Kami melihat dari putaran pertama sampai dengan pertandingan tadi malam (PSPS) bermain dengan pola yang sama tanpa ada perubahan sedikitpun,” kata Isan, Old Ultras Curva Nord 1955, Kamis (4/11/2021).
Melawan Semen Padang dalam laga pembuka putaran kedua Grup A Liga 2 Indonesia malam tadi, Rabu (3/11/2021) PSPS Riau hanya bermain imbang 1-1.
Padahal di akhir babak pertama pemain Semen Padang, Vivi Asriza diusir oleh wasit karena dinilai melakukan protes yang terlampau berlebihan.
Namun PSPS gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan seperti kebingungan dalam membangun serangan meskipun mendominasi penguasaan bola.
“Dimana letak evaluasi yang dilakukan pelatih beserta jajarannya?, kami bukan tidak percaya dengan pemain yang baru masuk kedalam tim,” jelasnya.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
Isan menilai 6 orang pemain baru yang didatangkan oleh manajemen PSPS Riau di putaran kedua ini belum mendapatkan ruh Askar Bertuah yang sebenarnya belum kompak dan kokoh dalam pertandingan.
Menurutnya pemain yang sudah berjuang di putaran pertama dan berhasil mengamankan 8 poin, harus diberikan kepercayaan agar mental para pemain tidak jatuh dan menjadi melempem.
“Siapapun kita mau dari Sabang sampai Merauke, kalau sudah berpijak di bumi ini (Pekanbaru), berada di tim Askar Bertuah ini berarti sudah siap berjuang habis-habisan untuk marwah Riau,” tegasnya.
Isan juga menegaskan bahwa saat ini di putaran kedua PSPS Riau menjadi tuan rumah, dari itu dia berharap agar performa PSPS Riau dan tidak bikin malu dan bikin masyarakat Riau bangga.




