PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah menggunakan masterplan penanganan banjir untuk mengendalikan bencana tahunan tersebut. Namun, strategi penanganan banjir yang digunakan pada masterplan itu terbatas pada strategi jangka pendek, seperti membersihkan drainase dan normalisasi sungai.
Terkait hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Muhammad Jamil menjelaskan, langkah itu cukup efektif meminimalisir banjir. Meskipun bencana banjir ini belum dapat dicegah.
“Jangka pendek ini, kita normalisasi parit-parit yang tersumbat, mana yang dangkal kita gali. Sungai Sail kan sudah mulai digali. Kalau pun ada banjir, sekarang lebih cepat surut,” ujarnya, Selasa (2/11/2021).
Sementara itu, ia menjelaskan pihaknya akan mengaplikasikan strategi jangka menengah dan jangka panjang terkait upaya pengendalian banjir dalam masterplan tersebut. Kedepan, Pemko Pekanbaru akan menyusun anggaran agar masterplan dapat sepenuhnya dikerjakan.
“Ini kan baru masterplan, ke depan kita menyusun anggaran. Kita menindaklanjuti di mana titik-titik yang rawan, sehingga kita bisa mengerjakan nanti,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus mengakui pemerintah belum bisa menerapkan masterplan penanganan banjir untuk jangka menengah dan panjang. Pasalnya, anggaran dalam menerapkan strategi jangka menengah dan jangka panjang itu masih terkendala.
“Kita masih fokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Sehingga masterplan ini, seperti pembangunan drainase sepanjang sekian atau pengerjaan konstruksi sekian, atau untuk konsumsi permanen ini, harus ditunda dulu,” ujarnya, Kamis (28/10/2021).
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
“Uangnya belum ada,” jelasnya.
Lebih lanjut, Firdaus mengatakan masterplan penanganan banjir ini menjadi acuan Pemko Pekanbaru untuk mengetahui permasalahan dan solusi yang harus dilakukan. Dalam penerapannya, dibutuhkan sinergi antara Pemko Pekanbaru, Pemkab Kampar, Pemprov Riau dan Kementerian PUPR.










