PEKANBARU – Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho, mengaku sangat prihatin dengan pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru yang memberikan dampak lingkungan luar biasa.
Disampaikan Agung, meskipun ini proyek bersumber dari anggaran pemerintah pusat, tapi pemerintah daerah jangan terkesan membiarkan proyek ini lalai dan kemudian masyarakat mengalami banyak kerugian.
“Kalau memang tak bisa diselesaikan, hentikan saja, jangan dilanjutkan, ini merugikan warga Pekanbaru. Baunya keluar, sengnya nutupi jalan, jalanan jadi macet, debu beterbangan, pemerintah harus tegas,” kata Agung, Rabu (3/11/2021).
Diakui Agung, Riau sangat butuh pembangunan, apalagi yang bersumber dari pusat, dan dia sangat setuju dengan proyek IPAL ini. Tapi, yang membuat sedih adalah sisi pengawasannya.
“Saya sendiri sudah turun ke sana, siapa yang bertanggung jawab? Tak jelas siapanya. Bahkan ada yang saya lihat sudah dilakukan pembongkaran, tapi dua dan tiga bulan dibiarkan gitu saja,” tambahnya.
Pemko Pekanbaru, tegas Agung, harus teriak kepada pusat, karena ini masalah yang ditimbulkan sudah sangat besar. Apalagi, sampai hari ini dia tidak tahu bagaimana analisis dampak lingkungan pembangunannya.
“Tentu itu harus betul-betul dikaji, bagaimana menyusun lalu lintas. Saya pribadi pesimis ini bisa cepat selesai, pemerintah pusat harus melakukan evaluasi, berikan sanksi kepada kontraktor atau pengawas jika memang ada pelanggaran,” tutupnya.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }




