Pembelian Minyak Goreng Mulai Dibatasi, Masyarakat Jangan Panic Buying

banner 468x60

PEKANBARU – Harga minyak goreng yang melambung hingga saat ini belum menunjukkan akan adanya penurunan harga. Hal ini pun berdampak pada sedikitnya pasokan minyak goreng di pasaran.

Sehingga sejumlah masyarakat pun mulai khawatir, takut tidak mendapat minyak goreng. Bahkan salah satu supermarket di Pekanbaru mulai membatasi pembelian minyak goreng, maksimal hanya 2 pcs per konsumen. Hal itu dilakukan oleh pihak supermarket agar pembeli lainnya juga kebagian minyak goreng dan dengan diberlakukannya sistem pembelian maksimal, setidaknya dapat mencegah terjadinya panic buyer dalam masyarakat.

banner 338x250

Beberapa pedagang di pasar Panam mengatakan bahwa sales mulai jarang mengantar barang yang membuat pasokan barang semakin menipis di pasaran.

“Salesnya tidak mengantar barang, jadi ya gitu, stok pun sedikit,” kata Ibu penjual minyak goreng di pasar Panam, Sabtu (13/11/2021).

Sedangkan, penjual minyak goreng lainnya hanya menjual merek-merek dengan kualitas tertentu dikarenakan harga minyak yang sama tingginya namun berbeda di kualitas. Mereka beranggapan dengan harga barang yang sama tinggi namun beda kualitasnya, sebaiknya ambil saja barang yang berkualitas tinggi karena harga juga sama mahalnya dengan yang kualiatas standar.

“Kalau saya memang sengaja ngambil Bimoli Spesial, karena kan harganya semua sama mahalnya tapi kualitas berbeda. Yaudah mending ambil yang merek bagus aja sekalian,” ucap pemilik kedai kelontong di pasar Panam, Sabtu (13/11/2021).

Melansir dari Kompas, Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya menjaga pasokan dan harga minyak goreng di dalam negeri. Hal itu dilakukan dengan meminta asosiasi dan produsen minyak goreng sawit untuk tetap memproduksi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan sederhana minimal hingga menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2022.

#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, mengatakan “Kami meminta baik asosiasi maupun produsen minyak goreng kemasan sederhana untuk menjaga pasokan di dalam negeri dengan harga terjangkau minimal hingga menjelang Natal dan Tahun Baru 2022,” ungkapnya, Jumat (5/11/2021).

“Kami juga terus memantau pendistribusiannya dengan menggandeng asosiasi ritel modern agar minyak goreng kemasan sederhana mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” tegas Oke.

Dengan begitu, masyarakat diharapkan untuk tidak takut akan kehabisan stok minyak goreng dan jangan sampai terjadi panic buyer seperti pembelian barang medis yang terjadi beberapa waktu lalu. *Penulis : Vinny Aprillya, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Abdurrab Pekanbaru.

banner 970x250