Pengamat Perminyakan: DBH Migas Jangan Digunakan Untuk Membangun Benda Mati, tapi..

PEKANBARU – Pengamat Perminyakan, Prof Rudi Rubianto mengatakan bahwa daerah membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan mumpuni, jika ingin terlibat langsung dalam eksplorasi migas.

Apa lagi, kegiatan eksplorasi migas yang memiliki resiko tinggi ini juga membutuhkan teknologi canggih dan dana yang besar.

“Sudah siapkan putra daerah menguasai teknologi yang dibutuhkan untuk mengelola migas? Siapkah bersaing dengan SDM yang profesional, tanpa perlu melalui tangan DPRD dan Perda Pemda. Tanyakan itu kepada diri kita, jika belum, bekali putra-putri kita dengan ilmu,” kata Prof Rudi yang juga mantan Wamen ESDM ini.

Makanya, Prof Rudi juga berpesan agar pemerintah daerah bijaksana dalam memanfaatkan dana bagi hasil (DBH) Migas yang mereka terima.

“DBH jangan dipakai untuk membangun benda-benda mati, tapi gunakanlah untuk memberikan ilmu yang cukup untuk anak-anak kita. Ilmu itu manfaatnya jangka panjang,” jelasnya.

Dengan ilmu, kata Prof Rudi, niscaya putra daerah akan mampu bersaing secara global.

“Jadi kalau penunjangnya saja tidak kuat, bagaimana mau meloncat ke eksplorasi. Untuk itu dari sekarang kita harus sudah mempersiapkan SDM yang profesional,” tukasnya.

#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }