TELUKKUANTAN – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau diminta lebih greget dalam menjalankan program kerja yang telah disusun dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kuansing, Darwis menanggapi masih minimnya realisasi fisik dan keuangan daerah di triwulan ketiga.
“Sekarang waktu tinggal dua bulan lagi. OPD harus lebih greget mengejar realisasinya, maksimalkan waktu yang tersisa,” ujar Darwis, Rabu (27/10/2021) di Telukkuantan.
Menurut Darwis, masyarakat Kuansing sudah menunggu realisasi dari anggaran tahun ini. Terutama berkaitan dengan program kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kita mengingatkan, jangan sampai di akhir tahun, masih banyak kegiatan yang tidak terealisasi. Kan malu juga kita sama masyarakat, wong tinggal melaksanakan kegiatan kok gak rampung,” ujar Darwis.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, realisasi keuangan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau masih rendah. Totalnya, serapan anggaran di triwulan tiga baru sebesar 36,60 persen.
“Per September 2021, realisasi keuangan di 26 organisasi perangkat daerah (OPD) masih 36,60 persen atau sekitar Rp481 juta lebih,” ujar Plt Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kuansing, Firman Mustari, Senin (25/10/2021) di Telukkuantan.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
Dari 26 OPD, lanjut Firman, ada beberapa OPD yang realisasi di atas 50 persen. Yakni, Inspektorat 52,98 persen, Dinas Pendidikan 53,09 persen, Dinas PMPTSP 51,91 persen, Satpol PP 57,03 persen, Bappeda Litbang 54,85 persen dan RSUD 53,11 persen.
Kemudian, realisasi fisik baru mencapai 43,59 persen. OPD yang sudah di atas 50 persen yakni RSUD 79,66 persen, Bappeda Litbang 54,85 persen, Satpol PP 57,03 persen, DPMPTSP 51,91 persen, Dinas Perikanan 57,23 persen, Dinas Pendidikan 53,27 persen dan Inspektorat 52,98 persen.
Menurut Firman, rendahnya realisasi fisik dan keuangan disebabkan lambatnya OPD memulai kegiatan. Sebab, kebanyakan OPD menunggu pergeseran anggaran APBD murni.
“Kemaren ada beberapa kali dilakukan pergeseran anggaran, ini juga menjadi penyebab lambatnya kegiatan OPD. Mudah-mudahan, di triwulan empat, semua selesai dan target tercapai jelang tahun anggaran berakhir,” ujar Firman.




