TELUKKUANTAN – Harga karet di tingkat petani di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau kembali di atas Rp12 ribu per Kg. Hal itu berdasarkan hasil lelang yang dilakukan oleh Koperasi Asosiasi Petani Karet Kuansing (Apkarkusi) pada Ahad (14/11/2021) malam.
“Alhamdulillah, hasil lelang tadi malam, harga karet di tingkat petani senilai Rp12.028 per Kg, meningkat sebesar Rp126 dari minggu lalu,” ujar Sepriadi, Ketua Koperasi Apkarkusi, Senin (15/11/2021) pagi di Telukkuantan.
Pada minggu sebelumnya, harga karet di pasar lelang komoditi agro yang digelar Koperasi Apkarkusi senilai Rp11.902 per Kg.
“Minggu ini, karet yang kita lelang sebanyak 80 ton,” tambah Sepriadi. Dengan harga bokar Rp12.028 per Kg, maka nilai transaksi di pasar lelang agro Koperasi Apkarkusi senilai Rp962 juta lebih.
Tingginya harga karet di tingkat petani di Kuansing menjadi yang tertinggi di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Kuansing melalui program karet bersih, untuk mewujudkan bahan olahan karet berkualitas tinggi.
Kemudian, Pemkab Kuansing membentuk pasar lelang komoditi agro khusus karet dengan mengusung konsep 4S, satu tempat satu waktu satu mutu satu harga. Melalui pasar lelang ini, para petani bisa mengontrol harga.
Saat ini, memang belum semua petani karet di Kuansing bisa merasakan harga Rp12 ribu per Kg. Namun, keberadaan pasar lelang karet telah menjadi standar oleh seluruh petani di Kuansing. Berkat pasar lelang, harga karet di luar Apkarkusi berada di atas Rp8 ribu per Kg, bahkan menyentuh Rp9 ribu per Kg.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }










