Tokoh Melayu di Jakarta Dukung Mubeslub LAMR

PEKANBARU – Ketua Lembaga Melayu Riau Jakarta, Darmawi, mendukung rencana pelaksanaan Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) yang mulai digagas oleh sejumlah tokoh melayu di Riau.

Dikatakan Darmawi, sudah seharusnya kepemimpinan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) diganti karena sosok Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) LAM RIAU, Datuk Syahril Abubakar sudah terlalu melenceng.

“Oleh Syahril, LAMR ini sudah menjadi lembaga alat, bukan lembaga adat lagi, ngapain dia ngurus Blok Rokan, mau ikut berbisnis pula,” ujar Darmawi, Jumat (5/11/2021)

Mestinya, lanjut Darmawi, LAMR jangan ikut-ikutan berbisnis di Blok Rokan, cukup mengurusi persoalan adat saja. Sebab, saat ini ada begitu banyak persoalan adat yang perlu dibenahi.

Kecuali, kata Darmawi, LAMR memperjuangkan man power atau tenaga lokal. Karena selama ini porsi tenaga lokal yang ada di Blok Rokan belum jelas, sehingga kewajiban LAMR memperjuangkan hak-hak anak kemenakan.

“Kalau yang diperjuangkan anak kemenakan saya sepakat, tapi kalau mau ikut berbisnis, itu bukan tugas LAMR. Makanya, saya sepakat kalau Mubeslub bisa dilaksanakan, kalau perlu saya datang ke Pekanbaru dan maju di barisan terdepan,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Rumbai, Muhammad Irfan Dt Laksamana, memastikan pihaknya akan segera mempersiapkan Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) LAMR.

#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }

Pasalnya, kata tokoh muda asal Pekanbaru ini, dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) LAMR di pasal 14 ayat 3 poin a, disebutkan bahwa Mubeslub bisa dilaksanakan jika salah satu dari Ketua DPH atau MKA LAMR berhalangan tetap.

Sebagai informasi, Ketua MKA LAMR, Datuk Seri Al Azhar meninggal dunia 12 Oktober 2021 silam setelah dirawat beberapa minggu karena penyakit batu empedu.

“Kita sudah siapkan bahan-bahan untuk menggelar Mubeslub ini,” kata Irfan yang juga Ketua Laskar Melayu Riau ini, Kamis malam (28/10/2021).

Dijelaskan Irfan, mayoritas pemilik suara yakni Ketua DPH dan MKA LAMR Kabupaten kota juga sudah dikomunikasikan terkait rencana Mubeslub ini. Sebab, Ketua DPH LAMR, Datuk Syahril Abubakar juga dianggap telah menyalahgunakan jabatannya.