PEKANBARU – Pengangkutan sampah di Pekanbaru untuk tahun 2022 akan kembali diserahkan Pemko Pekanbaru kepada pihak ketiga atau menggunakan konsep swastanisasi. Karenanya, Roni Pasla, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru tidak mengulangi kesalahannya pada awal tahun 2021 ini.
Karena keterlambatan proses lelang dan penetapan pemenang lelang, sampah di Kota Pekanbaru berserakan dimana-mana selama kurang lebih 3 bulan. Dari itu DLHK harus segera menyiapkan opsi atau langkah lain jika nanti lelang molor atau batal.
“Kita berharap ini tidak ada kemunduran lagi. Tapi kalau ada kemunduran, seperti peserta lelang kurang atau persyaratan yang tidak bisa dipenuhi peserta lelang. Harapan kita DLHK menyiapkan anggaran untuk adendum,” katanya, Sabtu (11/12/2021).
Lanjut politisi PAN ini, sejak bulan November lalu DLHK Pekanbaru sudah lakukan pertemuan dengan DPRD untuk membicarakan persoalan sampah di Pekanbaru.
“Hasil pertemuan dengan DLHK itu, DLHK sudah menganggarkan untuk satu atau dua bulan anggaran jika terjadinya adendum, besaran anggaran tetap dibagi dengan nilai kontrak. Nilai kontrak sebesar Rp58 miliar dibagi 12 bulan itu yang disiapkan untuk satu atau dua bulan adendum,” jelasnya.
Lelang untuk pengangkutan sampah di tahun 2022 ini juga sudah tayang di website Lelang untuk pengangkutan sampah di tahun 2022 ini juga sudah tayang di website lpse.pekanbaru.go.id.
Nilai pagu anggaran lelang jasa angkutan persampahan ini disiapkan sebesar Rp54,6 miliar, zona satu sebesar Rp27,7 miliar. Sedangkan pagi anggaran zona dua sebesar Rp28,7 miliar.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }










