PEKANBARU – Masyarakat yang berada di Kecamatan Sukajadi terus mengeluhkan pengerjaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Pasalnya sudah bertahun-tahun pengerjaan IPAL, masyarakat harus bergelut dengan rusaknya jalan, banjir dan juga debu-debu yang berterbangan.
Saat ini untuk pengerjaan IPAL masih terjadi di Kecamatan Sukajadi terlihat di Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Mangga, Jalan Semangka, Jalan Rajawali, Jalan Dahlia, Jalan Durian dan beberapa ruas jalan lainnya.
Ani, salah seorang warga yang berada di Jalan Rajawali menjelaskan akibat dari pengerjaan IPAL tempat usahanya menjadi sepi, selain adanya jalan rusak juga terjadi penutupan jalan.
“Sudah lama kami tidak ada pemasukan, kami sangat dirugikan dengan pengerjaan ini. Apalagi pengerjaan pas berada di depan toko kami,” katanya, Selasa (7/12/2021).
Untuk penurunan omset sendiri pelaku usaha material ini mengakui sangat turun drastis, karena tempat usahanya tidak bisa dijangkau oleh konsumennya.
“Jalan ditutup bagaimana orang mau beli disini. Kalau omset sudah jauh sekali turunnya,” tuturnya.
Lanjutnya beberapa keluhan yang dirasakan oleh masyarakat sudah disampaikan ke pekerja dan pengawas proyek, namun keluhan dari masyarakat tersebut seolah tidak didengarkan oleh pengawas pengerjaan IPAL.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
Tak hanya mengalami kerugian dari sisi ekonomi saja, kerugian dari masyarakat semakin bertambah karena akibat pengerjaan IPAL ini menimbulkan banjir.
Bagaimana tidak, air bekas galian tersebut langsung dibuang ke saluran air. Sehingga lumpur yang ikut tersedot dengan air memenuhi saluran air sehingga ketika hujan turun terjadi banjir.
“Biasanya tempat kami gak pernah banjir, ini hujan 30 menit nunggu surutnya mau 3 jam,” jelasnya.




