PEKANBARU – Rudianto Manurung resmi dilantik menjadi Ketua Persatuan Sepaktakraw Indonesia (PSTI) Riau dalam masa bakti 2021-2025. Pelantikan dilangsungkan di salah satu hotel berbintang di Kota Pekanbaru, Sabtu (18/12/201) malam.
Sebelumnya Rudianto terpilih secara aklamasi pada saat PSTI Riau menyelenggarakan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) yang dilaksanakan pada hari Sabtu (02/07/2021) di Kota Pekanbaru.
Rudianto mengaku sejak dulu dirinya memiliki ketertarikan tersendiri terhadap olahraga sepaktakraw, terlebih lagi olahraga sepaktakraw merupakan budaya Melayu yang merupakan budaya asli dari Provinsi Riau.
“Oleh sebab itu saya bersyukur dipercaya untuk menjadi ketua PSTI Riau, saya berjanji akan memajukan sepaktakraw Riau untuk mengembalikan kejayaannya,” katanya.
Untuk bisa mengembalikan kejayaan sepaktakraw Riau, hal tersebut tentu tidak bisa diraih dengan hanya menyelenggarakan kompetisi dan juga pembinaan saja.
“Saya mengajak seluruh pengurus yang sudah dilantik untuk bersinergi dan memajukan sepaktakraw,” jelas pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut.
Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSTI Pusat, Herman menyampaikan PSTI Riau harus tetap menyelenggarakan kompetisi. Selain itu PSTI Riau harus bercermin dari cabang olahraga lainnya untuk mendapatkan konsep kompetisi yang baik.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
“Pembinaan usia muda dan kompetisi harus tetap dilaksanakan untuk menjaring bakat para atlet muda,” ujarnya.
Dia mengingatkan untuk meningkatkan prestasi dan meningkatkan organisasi PSTI Riau, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
“Seluruh pengurus provinsi dan kabupaten kota harus kompak dan solid, tujuan kita satu yaitu prestasi yang membanggakan,” tegasnya.
Selain harus fokus terhadap kompetisi, pembinaan atlet muda dan juga membangkitkan solidaritas organisasi. PSTI Riau juga harus mengkampanyekan olahraga tanpa doping.
“Kita harus melawan penggunaan doping kepada atlet karena dampaknya sangat buruk bagi kesehatan, dan tanpa doping pasti para atlet akan tampil lebih baik lagi,” tutupnya.




