Inforiau.ID, DUMAI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengingatkan pentingnya peran santri dalam menjaga moral bangsa sekaligus menjadi penggerak perubahan menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut disampaikan Syahrial saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Kamis (22/10/2026).
Dalam amanatnya, Syahrial mengajak seluruh santri meneladani semangat perjuangan para ulama dan santri yang turut mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad.
Menurutnya, perjuangan para ulama dan santri menjadi bukti bahwa pendidikan agama tidak hanya membentuk keimanan, tetapi juga menumbuhkan keberanian dan tanggung jawab terhadap bangsa.
“Perjuangan para ulama dan santri menunjukkan bahwa kekuatan santri bukan hanya ilmu dan keyakinan saja, tapi keberaniannya dalam melaksanakan tanggung jawab bagi bangsanya,” ujar Syahrial.
Ia menjelaskan, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, santri masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Namun, bentuk perjuangan saat ini telah berubah seiring perkembangan zaman.
“81 tahun kemudian, tetap ada tantangannya meski berbeda, untuk itulah tema hari ini mengusung ‘Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas’ dengan makna agar santri bisa mengambil peran bagi kemajuan Indonesia,” jelasnya.
Syahrial menegaskan, kontribusi santri dalam pembangunan bangsa harus dimulai dari penguatan karakter, akhlak, dan moral. Santri juga dituntut mampu beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, generasi santri tidak cukup hanya mengikuti perubahan zaman, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.
“Kita harus menyiapkan generasi yang memiliki ilmu agama, ilmu pengetahuan, teguh dalam menjaga akhlak, berani, berkarya, dan berinovasi,” ungkapnya.
Selain itu, Syahrial mendorong pondok pesantren terus mengembangkan sistem pendidikan yang memberikan ruang bagi kreativitas, inovasi, dan keberagaman pemikiran para santri.
Ia menilai, perpaduan antara kedalaman ilmu agama, penguasaan ilmu pengetahuan, dan karakter yang kuat akan menjadi modal penting bagi santri untuk berkontribusi lebih luas dalam kehidupan berbangsa.
“Terus jaga tradisi pendidikan di pesantren dengan memberi ruang untuk tumbuh kembang kreativitas dan pemikiran yang beragam. Keragaman tersebut akan memperkaya kreativitas saat kita tau itu adalah bagian dari ilmu pengetahuan,” tegasnya.
Syahrial berharap pesantren mampu melahirkan generasi berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam menjaga kerukunan dan mendorong kemajuan bangsa.
Ia juga mengajak seluruh santri, khususnya di Provinsi Riau, untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.










