Inforiau.ID, PEKANBARU – Bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau resmi dibuka. Pendaftaran bakal calon ketua umum berlangsung selama empat hari, mulai 5 hingga 8 November 2026.
Tahapan penjaringan ini menjadi langkah awal menuju Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Riau yang dijadwalkan berlangsung pada 11-12 November 2026.
Ketua Caretaker KONI Riau, Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Soepriyanto, memastikan seluruh tahapan pemilihan akan dilaksanakan secara transparan, netral, dan profesional tanpa keberpihakan kepada calon tertentu.
Pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI Riau dipusatkan di Kantor Sekretariat KONI Riau, Jalan Naga Sakti, kawasan Stadion Utama Riau, Pekanbaru.
Sebelum membuka pendaftaran, Caretaker KONI Riau telah menggelar Rapat Koordinasi dan Konsultasi (Rakorsul) bersama anggota organisasi untuk menyosialisasikan persyaratan, mekanisme pemilihan, serta ketentuan pelaksanaan Musorprovlub.
“Sehingga jalannya musyawarah nanti akan berjalan dengan baik dan lancar karena sudah terakomodasi dan terkomunikasi pada saat rapat koordinasi dan konsultasi ini,” ujar Eko.
Eko menjelaskan, setiap bakal calon wajib memenuhi sejumlah persyaratan administrasi dan dukungan organisasi. Salah satunya ketentuan dukungan maksimal dari empat KONI kabupaten/kota dan 18 pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga.
Selain persyaratan calon, keabsahan organisasi pemilik hak suara juga akan diverifikasi melalui dokumen kepengurusan, termasuk surat keputusan (SK) dan rekomendasi KONI sesuai aturan yang berlaku.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta yang menggunakan hak suara benar-benar memenuhi ketentuan organisasi.
“Nanti kita sampaikan, berarti anggota ini masih ada kekurangan ini, kekurangan itu, sehingga dia harus menyadari bahwa mereka punya hak atau tidak sebagai anggota,” jelasnya.
Untuk mengawal proses pemilihan, Caretaker KONI Riau membentuk Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang beranggotakan lima orang.
Empat anggota berasal dari KONI Pusat, sedangkan satu orang merupakan perwakilan daerah dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau.
Tim tersebut diketuai Brigjen TNI (Purn) Purwadi, yang juga menjabat Wakil Ketua III Bidang Organisasi KONI Pusat.
Eko menegaskan, pembentukan TPP dan penetapan pimpinan sidang dilakukan kembali dari awal guna menghindari persoalan serta memastikan proses pemilihan berjalan objektif.
“Jadi sekarang mulai dari nol TPP-nya, kemudian pimpinan sidangnya semua dari nol. Itu akan dilakukan secara transparan, netral, dan profesional. Nanti data-data bisa dilihat, siapa yang mempunyai hak suara dan siapa yang tidak,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan Rakorsul, setiap anggota KONI hanya diperbolehkan mengirimkan satu perwakilan. Bagi organisasi pemilik hak suara, undangan ditujukan langsung kepada ketua umum masing-masing.
Apabila ketua umum berhalangan hadir, perwakilan wajib membawa surat mandat asli yang ditandatangani ketua umum bersangkutan.
Ketentuan ini diterapkan untuk mencegah persoalan administrasi maupun sengketa penggunaan hak suara dalam Musorprovlub.
“Rapat berjalan aman, baik, dan lancar. Saya memberikan sosialisasi, mengingatkan kembali kepada peserta tentang aturan-aturan yang terkait dengan pemilihan ketua umum. Semua harus ada dasarnya. Alhamdulillah, semua menerima,” katanya.
Lebih lanjut, Eko mengungkapkan bahwa percepatan Musorprovlub diperlukan agar persoalan kepengurusan KONI Riau segera menemukan penyelesaian.
Menurutnya, ketidakpastian kepemimpinan organisasi berpotensi menghambat pembinaan dan persiapan atlet menghadapi berbagai kejuaraan.
Terlebih, sejumlah agenda olahraga sudah menanti, termasuk PON Pantai yang dijadwalkan berlangsung di Ancol pada 21 November 2026.
“Karena terus terang saja, atlet-atlet kita ini banyak yang bergantung pada olahraga. Mereka menunggu kapan bisa bertanding. Nah, 21 November nanti sudah ada pertandingan PON Pantai di Ancol. Pintu masuknya harus didaftarkan oleh KONI,” ungkapnya.
Karena itu, Eko berharap seluruh proses penjaringan hingga pemilihan berjalan sesuai jadwal sehingga pada 12 November mendatang KONI Riau sudah memiliki kepastian kepemimpinan.
Dengan terpilihnya ketua umum definitif, program pembinaan cabang olahraga dan persiapan atlet diharapkan kembali berjalan optimal tanpa terkendala persoalan organisasi.
Eko juga mengajak seluruh anggota KONI Riau mengutamakan kepentingan olahraga dan atlet dibandingkan kepentingan kelompok.
Ia berharap Musorprovlub menjadi momentum untuk menyatukan kembali seluruh elemen olahraga di Bumi Lancang Kuning sekaligus memperkuat persiapan menghadapi berbagai kompetisi mendatang.










