SELATPANJANG – Jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, kebutuhan bahan pokok (bapok) di Kabupaten Kepulauan Meranti masih stabil.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdagkop UMKM) Provinsi Riau, Yul Wiriawati Moesa didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkop-UKM) Kepulauan Meranti, Azza Fahroni dan Kepala Bidang Perdagangan, Ade Suhartian, Selasa (24/12/2019).
Yul Moesa mengatakan, untuk memastikan bapok benar-benar stabil pihaknya telah turun ke pasar di Kota Selatpanjang dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama untuk mengecek ketersediaan dan harga kebutuhan pokok dalam rangka antisipasi dalam hari besar keagamaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
“Berdasarkan pantauan kami di beberapa pasar, sejauh ini kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur ayam ras, aneka cabai dan sebagainya masih stabil, padahal yang kami takutkan di Meranti harganya melonjak tinggi karena daerahnya sangat jauh dan sulitnya transportasi, ternyata tidak,” katanya.
Sementara itu untuk ketersediaan bahan pokok di Kepulauan Meranti juga masih aman, hal itu tergambar saat tim juga melakukan sidak disalah satu gudang Sembako di Jalan Ahmad Yani Selatpanjang.
“Kalau untuk stok beras dan tepung di gudang masih cukup hingga 3 Minggu kedepannya dan distribusi lancar tidak ada masalah. Ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya gejolak harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat,” kata Yul Moesa.
Selain sembako, tim juga melakukan sidak ke SPBU untuk melihat distribusi BBM.
“Dari hasil pengamatan kami, premium tepat sasaran di SPBU dan tidak ada yang menjual pakai drum dan ke dirigen,” ujarnya.
Sementara itu, ketika ditanyakan terkait adanya kebijakan khusus untuk harga sembako di Kepulauan Meranti yang notabene merupakan daerah kepulauan tentunya harga jauh lebih berbeda dengan daerah yang berada di Riau daratan, Yul mengatakan jika pihaknya sudah menjalin kerjasama antar daerah penghasil.
“Kita sudah jalin kerjasama antar daerah penghasil, karena Riau 63 persennya masih mengandalkan provinsi lain untuk kebutuhan sembako seperti Sumbar, Sumut, Jambi dan Palembang. Payungnya sudah ada jadi kabupaten tinggal ngikut saja. Kalau MoU seluruh gubernur untuk ketersediaan bapok sudah ada guna menekan inflasi,” kata Yul.
Sementara itu, Kepala Disdagprinkop-UKM Kepulauan Meranti, Azza Fahroni mengatakan akan duduk bersama distributor guna mendistribusikan kebutuhan sembako dari kerjasama yang dilakukan pemerintah provinsi.
“Kita akan bicara dahulu dengan para distributor terkait berapa kebutuhan dan apa saja yang dibutuhkan, jadi tidak sembarang beli, takutnya nanti barang busuk bisa jadi masalah juga. Yang sudah berjalan tinggal diperkuat dan dikomunikasi lagi dan meminta mereka untuk melapor setiap tiga bulan sekali,” ungkapnya.




