PEKANBARU – Saat apel pagi, Senin (30/12/2019), dua hari jelang pergantian tahun 2019, Gubernur Riau, Syamsuar menyampaikan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Adapun poin pertama yang disampaikan Syamsuar, bahwa penyegaran atau mutasi yang akan dilakukan untuk memotivasi. Penyegaran di lingkungan Pemprov Riau menjadi hal yang biasa dilakukan untuk meningkatkan performa kinerja.
“Progres fisik APBD Riau 2019 akhir tahun ini tercatat 93 persen, sedangkan realisasi keuangan 88 persen. Setelah kami evaluasi banyak yang harus diperbaiki oleh dinas dan ULP, yang sering terlambat lelang,” kata Syamsuar kepada GoRiau.com.
Poin kedua, sesuai arahan Presiden RI jangan terlambat lagi melakukan tender dan bulan Januari 2020 sudah dilakukan tender. Poin ketiga, untuk dana desa sudah disalurkan pada Januari 2020.
“Agar percepatan penyerapan anggaran APBD Provinsi dan APBD Desa bisa lebih cepat dinikmati masyarakat,” ujar Syamsuar.
Keempat, terkait narkoba. Syamsuar bersama Edy Nasution berkomitmen untuk membersihkan narkoba di lingkungan Pemprov Riau. Bahkan dengan adanya tim terpadu diharapkan mampu mencegah peredaran narkoba di Bumi Lancang Kuning.
“Kami berharap, kinerja pegawai Pemprov Riau tahun 2020 lebih ditingkatkan lagi,” ungkap Syamsuar.
Syamsuar juga menegaskan, akan adanya penandatangan fakta integritas untuk pegawai Pemprov Riau. Hal ini sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan kinerja.
“Dalam fakta integritas, kalau terbukti memakai narkoba diberhentikan. Hal ini berlaku untuk seluruh pegawai Pemprov Riau, baik itu ASN dan THL,” jelas Syamsuar.




