Pamsimas Desa Meranti Bunting Masuk Tahap Uji Fungsi

SELATPANJANG – Program Pengelolaan air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Desa Meranti Bunting, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, memasuki tahapan uji fungsi, pada Sabtu (28/12/2019).

Pengujian tersebut dihadiri Kepala Desa Meranti Bunting, M Isnaini, ketua Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Mohd Rasyid beserta penanggung pelaksanaan dan bendahara. Kegiatan itu juga dihadiri beberapa fasilitator diantaranya fasilitator senior, Harwin, ST, fasilitator teknik, Sofya Desraini, ST dan Fitri S.Pd serta fasilitator pemberdayaan masyarakat, Fathurrahman Alfaruq, S.Psi. Pengujian 100 persen terhadap Pamsimas itu juga dihadiri Districk Coordinator Pamsimas yakni Konisas, S.Ip, dan Mustain, M.Si.

Uji fungsi dilakukan untuk mengecek apakah sarana prasarana air minum dan sanitasi yang telah dibangun bisa berfungsi dengan baik atau tidak.

Dari hasil uji fungsi ditemukan bahwa seluruh sarana prasarana air minum dan sanitasi yang telah dibangun bisa berfungsi dengan baik.

Fasilitator pemberdayaan masyarakat, Fathurrahman Alfaruq, S.Psi mengatakan Pamsimas hadir di Kepulauan Meranti untuk menjawab kebutuhan Air ditengah masyarakat Desa yang telah di SK kan langsung Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dikatakan, Desa Meranti Bunting merupakan salah satu desa sasaran program Pamsimas. Uniknya, dana untuk pelaksanaan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Desa Meranti Bunting ini sangat kecil dibandingkan desa lainnya.

Dirincikan, adapun sumber dana untuk pembangunannya antaralain 70 persen (Rp189.000.000) bersumber dari APBN, 10 persen bersumber dari APBDes (Rp27.000.000), 4 persen kontribusi masyarakat berbentuk uang tunai (Rp10.800.000), dan 16 persen kontribusi masyarakat berbentuk gotong royong dan swadaya material lokal (Rp43.200.000).

“Pamsimas merupakan program dan aksi nyata pemerintah untuk meningkatkan penyediaan air minum, sanitasi, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Aksi nyata ini secara khusus bermaksud menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lainnya yang ditularkan melalui air dan lingkungan,” kata Fathurrahman Alfaruq.

Alumni UIR ini juga menambahkan jika keberhasilan pembangunan berawal dari mimpi pelaku di tingkat desa yang menyusun program strategis agar berjalan tepat waktu yang dikomandoi oleh KKM dan dibantu penanggung jawab lapangan dan bendahara. Tentunya keberhasilan itu merupakan pendampingan yang dilakukan oleh fasilitator

Sementara itu, Districk Coordinator Pamsimas, Konisas berpesan agar fasilitas Pamsimas senantiasa dirawat dan dijaga dengan baik.

“Kami harapkan ini dijaga dengan baik, karena kita semua telah bersusah payah membangunnya. Tentunya pengelola akan mengelola betul dan mau berkorban jiwa dan raganya untuk kepentingan masyarakat dan transparan serta akuntabel,” ujar Konisas.

Kepala Desa Meranti Bunting, Isnaini, mengucapkan syukur yang mendalam atas telah diuji fungsikan program Pamsimas dan dia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh yang terlibat didalamnya.

“Ini akan menjadi tanggungjawab kami demi mewujudkan keberlanjutan Pamsimas di Desa Meranti Bunting, ini akan dikelola bersama KKM Meranti Jaya. Tak lupa ucapan terimakasih kepada pemerintah Pusat, provinsi serta kabupaten yang senantiasa memberi sentuhan dari terobosan program untuk meningkatkan kesejahteraan serta insfrastruktur desa ini,” ungkapnya.