SELATPANJANG – Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim melakukan pemantauan penyaluran bansos di Kecamatan Rangsang Barat kepada rumah tangga miskin dan terdampak Covid-19, Selasa (13/5/2020).
Wakil bupati dan rombongan bergerak menuju kantor Desa Bokor untuk menyaksikan penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa 2020 bagi masyarakat miskin dan terdampak Covid-19 di Desa Bokor, kepada 186 warga miskin dan terdampak Covid-19, pada kesempatan itu wabup melakukan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan warga.
Dari laporan yang disampaikan Kades Bokor, Irianto, jumlah warga yang telah penerima bansos yang berasal dari pemerintah kabupaten sebanyak 366 KK, kini kembali diserahkan BLT yang berasal dari dana desa kepada 186 KK dan nantinya akan menyusul bantuan dari kementrian sosial yang disalurkan melalui Pos Indonesia.
Selain di Desa Bokor, wabup juga memantau penyaluran Bansos Covid-19 di Desa Lemang, disitu ia juga berkesempatan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga penerima manfaat.
Dari keterangan Kades Lemang, Herman Umar, jumlah warga penerima Bansos yang berasal dari kabupaten sebanyak 72 KK, kali ini Bantuan Langsung Tunai yang berasal dari dana desa sebanyak 105 KK, dan jika tak ada aral melintang Kamis besok (14/5/2020), kembali akan diserahkan bantuan yang berada dari Kementrian Sosial untuk 31 KK warga kurang mampu dan terdampak Covid-19 diwilayahnya.
Menyikapi hal itu, Wabup Kepulaun Meranti, Drs H Said Hasyim berharap dari bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban rumah tangga miskin dan terdampak Covid-19 di wilayah Kepulauan Meranti khususnya Desa Lemang dan Bokor Kecamatan Rangsang Barat.
“Gunakan uang ini untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, bantuan akan diberikan sampai 3 Bulan kedepan,” ujar wabup.
Namun wabup mengingatkan kepada masyarakat karena bantuan tersebut hanya bersifat sementara sebagai penopang ekonomi warga ditengah Covid-19 ini, untuk itu ia tetap mengimbau kepada warga agar tetap berupaya mengolah semua potensi yang ada seperti memanfaatkan lahan tidur untuk bercocok tanam. Sehingga sedikit banyak dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup.
“Karena bantuan ini sifatnya sementara hingga 3 bulan kedepan, saya minta bapak ibu tetap berusaha memanfaatkan potensi yang ada di Desa seperti bercocok tanam, sebab hanya dengan bekerja keras dan kemauan yang tinggi kita dapat berhasil, di Arab yang merupakan padang pasir bisa tumbuh kurma dan bermacam sayuran kenapa kita yang memiliki tanah subur tidak dimanfaatkan,” ucap wabup.
Dari pantauan, terlihat penyaluran bansos bagi masyarakat kurang mampu dan terdampak Covid-19 di Kepulauan Meranti berjalan dengan aman dan lancar tanpa terjadi riak-riak seperti yang dialami beberapa daerah di Indonesia, penyerahan bantuan langsung dilakukan oleh aparatur Desa dibawah pengawasan pihak kepolisian. (rls)




