Rasidah Ingatkan Ibu Hamil dan Memiliki Balita Wajib Tahu Ciri-ciri Anak Stunting

banner 468x60

Butuh kerjasama dari banyak pihak untuk menangani kasus stunting di Kabupaten Siak, Riau. Untuk itu, ibu hamil dan ibu yang memiliki balita wajib tahu ciri-ciri anak stunting agar dapat dicegah lebih dini.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Kabupaten Siak Rasidah mengatakan hal itu saat memberikan pelatihan pengolahan pangan berbahan baku ikan untuk Ibu hamil dan balita di aula Kampung Benteng Hilir Mempura, Selasa (14/7/2020).

banner 400x400

“Stunting merupakan kekurangan gizi kronis dalam waktu lama sejak anak dalam kandungan. Yang bikin anak gagal tumbuh. Makanya itu penting kerjasama para orangtua untuk mencegah terjadinya ini,” kata Rasidah.

Dijelaskan Istri Bupati Siak ini, efek dari stunting adalah tinggi tubuh lebih rendah dari rata-rata tinggi anak seusianya. Kemampuan fisik dan kognitif anak juga cenderung terlambat.

“Anak yang memiliki kecenderungan stunting bisa dilihat dari pertumbuhan giginya saat balita. Pertumbuhanya cenderung sangat terlambat. Hal ini karena asupan kalsium dan gizi yang sangat dibutuhkannya untuk tumbuh tidak optimal,” kata Rasidah.

Gencarnya Forikan Siak dalam mengedukasi masyarakat melalui pelatihan pengolahan makanan tambahan berbahan ikan untuk ibu hamil dan ibu balita ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan di negeri istana tersebut.

“Salah satu cara untuk mencegah stunting atau kekurangan gizi yang dapat mengakibatkan kerdil, adalah dengan gemar makan ikan. Makanya kami gencar menggelar pelatihan ini di semua Kecamatan di Kabupaten Siak,” sebut Rasidah.

Dalam kesempatan itu, Rasidah juga memberikan edukasi kepada kaum hawa sebagai ibu dari anak-anak agar tumbuh sehat dan cerdas. Karena, stunting tidak bisa diobati namun bisa dicegah melalui asupan gizi dan protein yang cukup kepada ibu hamil dan ibu balita.

Guru SMAN 1 Siak itu menyebutkan, bahwa tidak semua orang pendek itu stunting. Faktor gen dari orang tua bisa menyebabkan anak-anak pendek, namun jika diberikan asupan gizi yang cukup anak tersebut bisa tumbuh menjadi anak yang tinggi dan cerdas.

“Kandungan protein dan omega 3 pada ikan menjadi salah satu yang penting untuk anak. Kandungan gizi ini dapat membangun jaringan sel-sel otak dan tubuh. Supaya tak terkesan memaksa, ibu-ibu bisa mengolah ikan semenarik mungkin sehingga anak-anak jadi suka makan ikan,” imbuhnya.

Chef Fitra Nugraha menambahkan, umumnya orang-orang Indonesia itu kalau makan yang penting enak dan kenyang. Padahal menurut dia, makan yang benar itu adalah makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan.

“Orang-orang barat itu kalo makan ikan tidak mau terlalu matang atau overcook. Artinya, jangan memasak ikan terlalu lama. Akibatnya kandungan gizi dalam ikan akan hilang” ucapnya.

banner 970x250