Diduga Sengaja Bakar Lahan, PT Arara Abadi Dilaporkan ke Ditkrimsus Polda Riau

banner 468x60

PEKANBARU – PT Arara Abadi dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau karena diduga dengan sengaja membakar lahan di salah satu areal konsesi mereka di Kabupaten Pelalawan.

Laporan dilakukan oleh Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari).

banner 400x400

“Kita ke sini melaporkan itu, karena sangat kejam sekali, di tengah corona orang bernafas saja pakai masker ini malah bakar lahan,” kata Wakil Koordinator Jikalahari Okto Yugo di Pekanbaru, Rabu.

Ia mengatakan laporan itu ditempuh setelah hasil pengamatan dan penelitian menunjukkan bahwa kebakaran di lahan konsesi anak usaha Sinarmas Grup tersebut diduga kuat karena kesengajaan.

Lokasi kebakaran itu berada di Desa Merbau, Kabupaten Pelalawan.

Ia menjelaskan kebakaran lahan konsesi itu terungkap berdasarkan laporan foto Manggala Agni yang tengah berjibaku memadamkan gambut terbakar di Pelalawan pada 28 Juni 2020 lalu.

Jikalahari pun kemudian melakukan pengamatan, baik melalui citra satelit maupun pengamatan langsung ke lapangan.

Hasilnya, areal terbakar dipastikan milik perusahaan penghasil kayu akasia tersebut. Ia mengatakan luasannya mencapai 83 hektare.

“Arara Abadi sengaja membakar untuk ditanami akasia dengan motif mengurangi biaya operasionalKemudian di lokasi terbakar juga terlihat sudah ada aktivitas pembersihan lahan, dan ada juga areal dengan tanaman baru yang dipisahkan kanal,” ujarnya.

Lebih jauh, dia mengatakan berdasarkan analisis data satelit Sentinel 2, terungkap jika pada Januari 2020, citra satelit menunjukkan areal yang terbakar itu awalnya merupakan hutan alam yang ditumbuhi semak belukar.

Pada Februari 2020, terlihat adanya aktivitas pembukaan lahan dan Maret 2020 mulai pembangunan kanal baru.

Untuk itu, ia mendesak agar Polda Riau segera menetapkan Arara Abadi sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan.

Sementara itu, Juru Bicara PT Arara Abadi, Nurul Huda belum bersedia berkomentar terkait laporan tersebut. Pesan singkat dan panggilan telepon yang dilayangkan belum mendapat jawaban.

banner 970x250