SIAK – Tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 75, Camelia Saputri, putri kelima dari seorang ayah yang bekerja sebagai petani di Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak, Riau mendapat bantuan biaya pendidikan siswa (Beasiswa) dari PT Kimia Tirta Utama (KTU).
Beasiswa itu diterimanya bersama 59 siswa lainnya dari SD hingga SMA sederajat di halaman Kantor Camat Koto Gasib, usai pelaksanaan upacara HUT ke 75 RI, Senin (17/8/2020) yang dipimpin oleh Camat Koto Gasib, Dicky Sofyan.
Beasiswa perdana ini memang sudah lama dinantinya, sebab selama belajar di SMP Negeri 3 Koto Gasib, ia selalu menjadi juara 1 di kelasnya. Ia bahkan mencari tahu bagaimana cara agar ia sebagai siswa berprestasi bisa mendapatkan beasiswa tersebut.
“Dulu itu saya sempat sedih, kenapa teman yang juara 2 di kelas bisa dapat beasiswa dari KTU. Lalu saya tanyakan ke guru bagaimana caranya, ternyata cukup dengan syarat berprestasi dan dari keluarga kurang mampu,” kata Camelia kepada GoRiau.com.
Camelia menyampaikan terimakasih kepada PT KTU atas bantuan beasiswa ini. Dengan dana yang ia terima, kuota internet untuk belajar secara online selama pandemi Covid-19 ini dapat terbantu.
“Saya sekarang kelas 1 SMK di Bungaraya, dulu beasiswa ini didaftarkan guru waktu saya masih SMP. Alhamdulillah, beasiswa ini sangat membantu saya membeli kuota internet belajar online,” kata siswi jurusan Teknik Jaringan Komputer.
Administratur PT KTU, Ahmad Zulkarnain menyebutkan bantuan beasiswa kepada pelajar 60 orang pelajar SD hingga SMA sederajat ini merupakan salah satu dari program CSR bidang pendidikan yang disalurkan tepat hari Kemerdekaan RI.
“Ini jumlahnya bervariasi, 48 orang pelajar SD masing-masing menerima Rp 600 ribu, 6 orang pelajar SMP masing-masing Rp800 ribu dan 6 orang pelajar SMA sederajat masing-masingnya menerima Rp 1 juta,” kata Ahmad Zulkarnain.
Cara mendapatkannya, kata Zul, pihak perusahaan bekerja sama dengan guru di sekolah sekitar PT KTU. “Jadi nama-namanya kita terima dari guru di sekolah, yang jelas syaratnya berprestasi dan dari keluarga tidak mampu,” ujar Zul lagi.
Diceritakan Zul, selain bantuan pendidikan ini, ada kegiatan pendidikan lagi yaitu Pelatihan kopmpensi guru, membuat perpustakaan edukasi, dan menggelar kegiatan seni yang telah hiilang dengan mengaktifkan kembali ekstrakurikuler olahraga daerah seperti patok lele, bakiak, enggrang dan lainnya.
“Kita berharap Pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan masyarakat secara bersama-sama bisa mengikuti atau memperingati HUT RI. Semoga tahun depan hari kemerdekaan ini tetap meriah,” kata Zul lagi.
Camat Koto Gasib Dicky Sofyan menyebutkan program beasiswa dari PT KTU ini memang menjadi agenda tahunan untuk siswa berprestasi. Sayangnya, sejumlah perusahaan di Kecamatan Koto Gasib belum bisa melakukan hal serupa.
“Pemberian beasiswa bagi anak yang berprestasi dan kurang mampu dari 4 kampung, Buatan I, Teluk Rimba, Kuala Gasib dan Pangkalan Pisang. Ini wujud kepedulian dari perusahaan kepada masyarakat setempat. Mudah-mudahan atas bantuan dan program-program lainnya dapat memberikan support atau menunjang kesejahteraan masyarakat baik itu di bidang pendidikan ataupun bidang lainnya,” ujar Camat.
Camat mengaku sedih melihat pelaksnaan upacara HUT RI tahun 2020 ini hanya dapat disaksikan warga dari kejauhan. Dan tidak ada perayaan yang meriah pada hari kemerdekaan RI ke 75 tahun ini.
“Biasanya anak-anak sekolah kita libatkan untuk mengisi hari kemerdekaan RI dan upacaranya, tapi tahun ini masyarakat hanya bisa melihat saja dari jauh pelaksnaan upacara ini,” kata Dicky.
Pada kesempatan yang sama juga, Wakil Ketua DPRD Siak, Fairuz mengajak seluruh perusahaan yang ada di Kecamatan Koto Gasib agar lebih aktif menyalurkan kegiatan CSR nya khususnya di bidang pendidikan.
“Kalau PT KTU sangat kita apresiasi, sebab sejauh ini KTU salah satu perusahaan yang peduli dengan masyarakat sekitar operasionalnya dan juga ikut membantu pemerintah kabupaten Siak dalam mencegah karlahut. Semoga ini memotivasi perusahaan lainnya,” kata Fairuz.




