Pencabutan Dukungan dari Kasmarni – Bagus, PKB Riau Tegaskan Tak Ganggu Koalisi di Daerah Lain

PEKANBARU – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau, Abdul Wahid angkat bicara terkait pencabutan Surat Keputusan (SK) dukungan partainya ke Kasmarni – Bagus Santoso.

Anggota DPR RI ini menanggapi pernyataan Sekretaris DPW PAN Riau, T Zulmizan Assegaf yang menyinggung masalah komitmen PKB dalam dukungan terhadap Kasmarni – Bagus di Pilkada Bengkalis.

Dikatakan Anggota DPRD Riau periode 2009-2014 dan 2014-2019 ini, PAN dan PKB akan tetap bersama dalam Pilkada Serentak di beberapa daerah, seperti Siak dan Rokan Hulu, meskipun saat ini PKB tidak bersama dengan PAN di Pilkada Bengkalis.

“Kita dan PAN tetap bersama, tidak ada hal yang baru. Kita mendukung penuh PAN Siak tanpa embel-embel apapun, begitu juga kita akan bersama di Rohul,” kata Wahid kepada GoRiau.com, Selasa (18/8/2020).

Dijelaskan Wahid, partainya mencabut dukungan dari Kasmarni – Bagus Santoso bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan Sri Barat atau Iyeth Bustami merupakan kader murni PKB.

“Tapi sekarang ini kan ada perubahan, di awal-awal itu kan kader kita tidak ada yang mau maju. Hal ini juga sudah kita sampaikan ke Kasmarni, ke Bagus Santoso, termasuk ke Zulmizan,” tuturnya.

Lagipun, lanjutnya, keluarnya PKB dari koalisi Kasmarni Bagus Santoso (KBS) tidak merusak koalisi. Artinya, Paslon tetap bisa berlayar ke Pilkada Bengkalis sekalipun tidak ada PKB didalamnya.

“Jadi tak ada persoalan, tetap kita dalam rangka kebersamaan di beberapa daerah. Kalau semakin banyak calon itu kan artinya masyarakat jadi punya banyak pilihan,” tutupnya.