Paslon ‘Bersabar’ Pasangan Terakhir yang Mendaftar ke KPU Kepulauan Meranti

SELATPANJANG – Pasangan Calon (Paslon) ‘Bersabar’ (Said Hasyim dan Abdul Rauf) menjadi pasangan terakhir yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti.

Meski ditemani wakilnya via virtual, pendaftaran tetap berjalan lancar dan dinyatakan memenuhi syarat. Bersama para pendukung, Said Hasyim menuju ke KPU dengan pakaian adat khas Melayu Riau. Tampak juga isteri yang senantiasa menemani dan juga sosok Wan Abu Bakar yang ikut bersama.

Jargon ‘Bersabar’ juga memiliki makna tersendiri. Yakni menuju Meranti yang bersih, aman dan sejahtera.

Dengan di dominasi warna kuning dan putih bukan tanpa alasan. Sebab partai pengusung yakni Golkar dan PKS identik dengan warna tersebut.

Perlu diketahui, Abdul Rauf dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 pada tanggal 4 September lalu. Hal itu pun juga dibenarkan oleh Said Hasyim.

“Sekarang Ustadz Rauf menjalani isolasi di RSUD Kepulauan Meranti dan Alhamdulillah kondisinya dalam keadaan sehat,” akunya saat di wawancarai sejumlah wartawan usai melakukan pendaftaran, Minggu (6/9/2020).

Said juga membeberkan beberapa program andalan mereka yaitu menyediakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi masyarakat, infrastruktur, sarana prasarana, air bersih, listrik dan membuka isolasi di Kepulauan Meranti.

“Hingga saat ini, pembangunan sudah luar biasa dan akan tingkatkan lagi,” katanya. 

Disamping itu, Wan Abu Bakar yang ikut mendampingi mengatakan bahwa yang bisa memaksimalkan seluruh potensi di Kepulauan Meranti ada pada pasangan Said Hasyim dan Abdul Rauf. Ia meyakini kedepannya paslon tersebut mampu membawa mahkota kemajuan bagi kabupaten termuda di Riau ini.

“Apalagi Said Hasyim dengan pengalamannya yang telah mendampingi pak Irwan Nasir. Ini adalah orang yang pas, karena bagaimanapun pengalaman sangat dibutuhkan dalam kepemimpinan. Kalau tanpa pengalaman manabisa memimpin daerah ini dengan baik. Apalagi jiwa agamisnya yang takut dengan Allah. Ini yang kita perlukan, bukan hawa nafsu,” pungkasnya.