Dugaan Salah ‘Mengcovidkan’ Pasien, DPRD Riau Harap Polisi Bisa Mendalami

PEKANBARU – Anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru, Kasir angkat bicara terkait kasus dugaan kesengajaan dalam menetapkan status positif Covid-19 kepada salah seorang warga Pekanbaru, yang saat ini sudah ditangani oleh Polda Riau.

Dikatakan Politisi Hanura ini, ketika seseorang dinyatakan positif Covid-19, baik orang yang bersangkutan ataupun orang dekatnya pasti timbul kecemasan. Makanya, pihak terkait diharapkan jangan gampang meng-covidkan pasien.  

Kasir mendukung kepolisian untuk mendalami masalah ini, supaya semua terang benderang dan menjadi pelajaran bagi oknum-oknum yang mencoba ‘bermain’ di tengah pandemi Covid-19 ini

“Polisi harus memproses, supaya pihak-pihak terkait tidak mudah menyatakan begitu. Jangan-jangan ada kepentingan finansial juga disana. Jadi, kalau Covid-19 bilang Covid-19, kalau enggak ya bilang enggak,” katanya kepada GoRiau.com, Senin (19/10/2020).

Jika semuanya dinyatakan Covid, lanjut Kasir, maka kecemasan akan menghampiri setiap masyarakat, apalagi masyarakat yang tidak mampu. Karena, mereka tidak mampu membayar biaya swab mandiri.

“Mereka mau swab, mau bayar tapi tidak ada uang. Akibatnya rasa cemas timbul, yang awalnya tidak sakit jadi ikutan sakit. Kalau semua swab digratiskan, ya gak masalah,” tuturnya.

Memang diakui Kasir, petugas kesehatan sudah kelelahan dan Kasir sepakat jika para petugas dianggap sebagai pahlawan, tapi dia tak mau sikap heroik mereka ini tercederai oleh adanya oknum-oknum yang mencoba bermain.

“Jadi semua harus hati-hati dalam memberikan stempel Covid, memang para petugas sudah kerja maksimal dan jadi pahlawan. Tapi jangan sampai hanya karena oknum-oknum ini jadi rusak pengorbanan mereka,” tutupnya.