Pimpin Deklarasi ‘Pilkada Meranti Bersih 2020’, Bupati Irwan Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Nilai Demokrasi

banner 468x60

SELATPANJANG – Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi memimpin deklarasi ‘Tolak Politik Uang’ pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Tahun 2020, bertempat di Ballroom Hotel Grand Meranti, Selasa (1/12/2020) siang.

banner 400x400

Dalam deklarasi itu, Bupati Irwan berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga nilai demokrasi yang mengedepankan cara-cara bersih dalam Pilkada Meranti 2020, sehingga pemimpin yang terpilih nanti benar-benar mewakili dan sesuai dengan harapan masyarakat. 

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Ardiansyah, Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Risdan SPd, Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti, Syamsurizal SIp, Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid, Kapolres AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK , Kajari Meranti, Budi Rahardjo SH MH, Kepala Kesbangpol, Tasrizal Harahap, Danramil 02/Tebingtinggi, Mayor Inf Bismi Tambunan SE, Danposal Selatpanjang, Letda Laut Jerry Hendra, Kasatpol PP Meranti, Helfandi SE MSi, Ketua MUI Meranti, H Mustafa, serta pihak terkait lainnya.

Kegiatan deklarasi ‘Tolak Politik Uang’ pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Tahun 2020, diawali dengan pengucapan Deklarasi Pilkada Meranti bersih 2020 oleh Bupati Meranti disaksikan oleh Forkopimda yang tergabung dalam Sentra Gakumdu dan sejumlah tokoh yang hadir.

Untuk mempertegas komitmen pilkada bersih juga digelar penandatanganan komitmen oleh Bupati Irwan diikuti seluruh perwakilan elemen masyarakat yang hadir.

Menyikapi kegiatan ini, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi menilai kegiatan yang digelar oleh Bawaslu Meranti ini sangat strategis dalam upaya mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga penyelenggaraan Pilkada Meranti yang bersih bebas dari politik uang.

Untuk mewujudkannya bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat bersama-sama menjunjung tinggi nilai demokrasi yang mengedepankan cara-cara bersih bebas dari politik uang dalam Pilkada Meranti, sehingga nantinya terpilih bupati dan wakil bupati yang sesuai dengan harapan masyarakat.

“Jangan sampai karena ada kekuatan ekonomi dari kelompok tertentu dapat mencederai demokrasi yang nantinya akan merugikan masyarakat sendiri, oleh karena itu kami mengingatkan masyarakat jangan sampai harga diri kita dihargai dengan sejumlah uang yang nilainya tidak seberapa,” jelas bupati.

Lebih jauh dikatakan Bupati Irwan, untuk menjaga pilkada bersih tidak bisa sendiri tapi butuh kerjasama semua pihak terutama para tokoh untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat agar jangan terlibat politik uang baik menerima maupun meminta.

Bupati juga berharap peran serta aktif dari para tokoh dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak melakukan politik uang.

“Kita juga mengajak kepada para tokoh untuk senantiasa mengedukasi masyarakat sehingga masyarakat paham kalau pemimpin yang bersih memang diperlukan untuk memajukan daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Terakhir Bupati Irwan juga meminta bawaslu dan kepolisian untuk melakukan monitoring dalam rangka deteksi dini segala praktek money politik baik itu dari oknum pasangan calon yang memberi atau masyarakat yang meminta.

“Sebab kadang kala politik uang terjadi karena adanya tuntutan masyarakat yang meminta kepada para calon, mari bersama-sama kita mencari solusi untuk menghilangkan politik uang ini,” pungkas bupati.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bawaslu Meranti, Syamsurizal SIp, ia berharap dengan dilakukannya Deklarasi Pilkada Meranti bersih bebas politik uang ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat jangan sampai terlibat politik uang karena secara aturan Undang-undang termasuk pelanggaran yang dapat diancam pidana.

“Karena politik uang ini sesuai aturan UU juga dapat menjerat dan mengancam masyarakat,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan perilaku dari peserta Pilkada yang acap kali melakukan politik uang dengan dalih bantuan sosial, untuk itu agar tidak terjerat Syamsurizal menyarankan pemberian bantuan sosial ataupun sedekah dapat dilakukan setelah pesta demokrasi selesai.

“Jika ingin sedekah dapat dilakukan setelah Pilkada selesai tapi jangan saat proses Pilkada berlangsung karena akan menciderai pesta demokrasi yang bersih,” ucapnya.

Begitu juga disampaikan Kapolres Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto yang mengaku siap mendukung penyelenggaraan Pilkada Meranti 2020 yang bersih bebas politik uang. Sesuai dengan tupoksi Polri dikatakan Kapolres jajarannya akan melakukan monitoring sebagai deteksi  dini untuk menjaga Pilkada Meranti berjalan dengan elegan dan demokratis.

“Kita juga berkomitmen melakukan penegakan hukum jika memang ditemukan pelanggaran hukum. Karena kita tidak ingin pesta demokrasi ini dicederai dengan adanya politik uang,” tutupnya.

Sekedar informasi, adapun isi Deklarasi Tolak Politik Uang pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Tahun 2020 yakni, menyukseskan dan mendukung pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Tahun 2020, berpartisipasi aktif dalam rangka ikut serta mengawasi seluruh tahapan pemilihan.

Kemudian, mencegah dan menolak politik uang, politisasi sara, ujaran kebencian dan berita hoax, tidak melakukan intimidasi kekerasan atau aktifitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses pelaksanaan Pilkada Meranti 2020 dan mewujudkan Pilkada Meranti 2020 yang bersih bebas politik uang.

banner 970x250