PANGKALAN KERINCI –Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Pelalawan, Mazlun berjanji akan kembali mengaktifkan Rumah Potong Hewan (RPH) dan Pasar Ternak Kemang.
“Selama ini juga aktif, tapi kurang optimal,” ujarnya, dikonfirmasi GoRiau.com, Rabu (3/2/2021).
Mazlun berjanji akan segera mengaktifkan pemenfaatan RPH dan Pasar Ternak Kemang. “Tahun ini kita udah mulai. Kedepannya, rencana akan ditata agar lebih baik,” katanya.
Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Pelalawan, H Syafrizal SE mendesak dinas terkait mengaktifkan kembali RPH dan Pasar Ternak yang berlokasi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras.
“Saya berharap ada perubahan baru, karena disana tak ada aktivitas sama sekali sejak banjir 2019 lalu, hingga sekarang,” ungkapnya, usai meninjau RPH dan Pasar Ternak Kemang didampingi anggota DPRD Pelalawan, Carles, SSos, Selasa (2/2/2021).
Ia meminta dinas terkait agar kembali mengaktifkan RPH dan Pasar Ternak Kemang. “Saya minta agar RPH dan Pasar Ternak Kemang ini difungsikan lagi. Karena memang sudah berapa tahun ini tak ada pemotongan,” kata politisi PDIP ini.
Menurutnya, ada kerugian jika RPH dan Pasar Ternak Kemang tidak diaktifkan kembali. Salah satunya akan kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bisa didapat dari kegiatan TPH dan Pasar Ternak Kemang.
“Dengan aset yang lengkap disana agar dimanfaatkan, karena di situ sumber PAD, ada jasa pemotongan, jasa penitipan dan jual beli ternak. Kan retribusinya ada,” ujar Syafrizal.
Disisi lain, kata Syafrizal, pemerintah rutin menganggarkan gaji untuk petugas. Jika RPH dan Pasar Ternak Kemang tidak diaktifkan lagi, maka sebaiknya ditutup.
“Kedepan sepertinya juga tak ada kegiatan pemotongan disana. Sementara negara membayar gaji petugas, tapi kegiatan tak ada. Tak mungkin negara membayar terus,” pungkasnya.




