Ingin Selamatkan Demokrat, Bangsa, dan Negara, Moeldoko: Jangan Bawa-bawa Presiden Jokowi

banner 468x60

JAKARTA – Ketua Umum Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), Moeldoko akhirnya muncul ke publik terkait kekisruhan internal Demokrat hingga dia ditunjuk sebagai Ketua Umum. Keputusan ini, ditegaskan Moeldoko tidak ada kaitannya dengan Presiden Jokowi.

Lewat akun media sosial Instagram miliknya, dr_moeldoko pada Minggu (28/3), mantan Panglima TNI itu mengatakan ada perubahan arah demokrasi di internal Partai Demokrat.

banner 400x400

“Saya ini orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Demokrat,” kata dia, dalam video tersebut.

Menjelang 2024, sambungnya, ada situasi khusus dalam politik nasional yakni pertarungan ideologis yang cukup kuat. Dan pertarungan ini terstruktur dan mudah dikenali. Hal itu dinilainya sangat mengancam cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

“Ada kecenderungan tarikan ideologis itu terlihat di tubuh Demokrat. Jadi, ini bukan sekadar menyelamatkan Demokrat tapi juga menyelamatkan bangsa dan negara,” tuturnya.

Alasan inilah yang mendasari dia untuk menerima permintaan memimpin Demokrat. Sebelum menerima jabatan itu pun, Moeldoko telah mengajukan tiga pertanyaan kepada para peserta KLB.

Pertama, apakah KLB sesuai dengan AD/ART. Kedua, seberapa serius kader Demokrat memintanya memimpin partai. Terakhir, soal apakah para kader bersedia bekerja keras demi merah putih di atas kepentingan pribadi dan golongan.

“Tetapi saya sudah biasa mengambil risiko seperti ini apalagi demi kepentingan bangsa dan negara. Untuk itu, jangan bawa-bawa presiden dalam persoalan ini,” ucap Moeldoko.

Diberitakan sebelumnya, Moeldoko bak hilang ditelan bumi sejak didaulat menjadi Ketua Umum Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang pada 5 Maret 2021 lalu. Meski, ada beberapa kali konferensi pers, Moeldoko tak pernah menampakkan keberadaannya.

Termasuk, terakhir yang digelar Damrizal dan Max Sopacua cs di Hambalang, Bogor, Kamis (25/3), kubu yang kemudian disebut KLB abal-abal oleh Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhyono (AHY).

Bukan hanya hilang dari peredaran sebagai Ketua Umum Partai Demokrat kubu Sibolangit, Moeldoko juga seolah tak pernah menampakkan dirinya sebagai Kepala Staf Presiden di depan khalayak.

Meski demikian, merujuk pada laman resmi Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko terbilang masih tetap aktif menerima audiensi-audiensi pihak yang bertemu atau rapat dengannya.

Beberapa di antaranya: memimpin rakor tim percepatan penyelesaian konflik agraria secara daring, Senin (8/3); memanggil manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ke kantornya, Kamis (10/3).

Selain itu, memimpin rakor percepatan penyelesaian konflik lokasi prioritas agraria di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (18/3); menerima curhatan diaspora Indonesia di AS secara daring, Selasa (23/3); dan menerima audiensi DPP Mathlaul Anwar di kantornya, Kamis (25/3).

banner 970x250