TELUKKUANTAN – Saat masa transisi pemerintahan dari Mursini ke Andi Putra, banyak aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau meninggalkan jabatannya. Sebagian memang dilantik sebagai fungsional tertentu dan sebagian memang mengundurkan diri begitu saja.
Kondisi ini tentu berpengaruh pada roda pemerintahan yang dijalankan Andi Putra bersama Suhardiman Amby. Terlebih, pejabat yang mundur berada di Sekretariat Daerah (Setda) Kuansing, tentu berdampak pada kegiatan kepala daerah.
Bupati Kuansing, Andi Putra mengatakan saat ini terdapat kekosongan 70 jabatan di Pemkab Kuansing. Ia pun membenarkan banyak pejabat yang mundur sebelum menjabat sebagai Bupati Kuansing.
“Memang benar ada pejabat eselon yang mundur, akibatnya lebih dari 70 jabatan kosong di Pemkab Kuansing saat ini,” ujar Andi ketika dikonfirmasi GoRiau.com usai pelantikan Pj Sekda Kuansing, Kamis (17/6/2021) di Telukkuantan.
Andi mengaku sudah menyusun dan menata kembali guna mengisi kekosongan jabatan tersebut. Untuk mengisi kekosongan itu, Pemkab Kuansing sudah bersurat ke Mendagri melalui Pemprov Riau.
“Kalau sudah ada izin dari Mendagri, kita akan segera melakukan pelantikan guna mengisi kekosongan jabatan tersebut,” tegas Andi. Ia pun meminta Sekda untuk melakukan pembinaan terhadap para ASN di lingkungan Pemkab Kuansing. Sehingga, roda pemerintahan berjalan mulus tanpa ada hambatan.




