Game Mobile Online yang Sukses di Luar Negeri, Namun Gagal di Indonesia

PEKANBARU – Mobile tentu saja sekarang menjadi salah satu platform terbesar bagi para gamer di seluruh dunia. Termasuk tentunya Indonesia yang kini didominasi oleh beragam game mobile, mulai dari single player offline hingga online multiplayer tentunya.

Developer kini semakin memaksimalkan game mereka untuk dinikmati secara online. Apalagi mengingat pasar mobile merupakan pasar terbesar industri game saat ini. Namun ternyata kenyataannya tidak seindah itu, karena beberapa game mobile bernasib sama dengan game online PC. Dimana beberapa game mobile online di luar sana bisa laris manis, namun di sisi lain beberapa game mobile online juga gagal melebarkan sayapnya disini. Apa yang menyebabkan game gagal di sini? Berikut ini adalah daftar game mobile online yang laris manis di luar negeri tapi berakhir sepi dan gagal di Indonesia.

Fortnite Mobile

Dengan nasib yang sama dengan versi PC, ternyata Fortnite Mobile juga harus masuk dalam daftar ini. Dan tentunya tidak perlu dipertanyakan lagi penyebabnya, karena kurang lebih Fortnite Mobile memiliki masalah yang sama dengan versi PCnya. IDWIN777merupakan situs game yang mana bukan hanya orang Indonesia yang memainkannya namun juga banyak pemain asing lainnya. Masuk jauh lebih lambat dari kompetitornya seperti PUBGM, mekanisme yang dianggap terlalu rumit, serta dukungan dan persyaratan hardware yang dianggap berat tampaknya menjadi tembok besar untuk menarik minat para pemain mobile di Indonesia yang rata-rata memiliki “menengah”. “smartphone.

Asphalt 8/Asphalt 9

Game balap online adalah minoritas baik di platform PC/konsol maupun di ponsel. Asphalt sendiri mungkin menjadi salah satu yang bertahan dengan mampu merangkul para casual gamers untuk memainkan game tersebut. Namun untuk urusan online dan model gameplay yang terbatas di berbagai aspek, game ini tidak memiliki komunitas yang luas.

Di luar negeri sendiri sebenarnya game ini masih sedikit bisa bertahan karena bahkan pernah diadakan turnamen esport Asphalt, namun di Indonesia sendiri sepertinya game ini hanyalah sebuah game balapan yang di download karena ingin mencobanya kemudian dihapus. karena model upgrade, dan mendapat mobil yang mengganggu.

Minecraft Pocket Edition

Sebelum dibilang Minecraft masih ramai, masih banyak Youtuber yang memainkannya. Di luar negeri, Minecraft Mobile adalah salah satu solusi bagi mereka yang masih ingin bermain bersama di mana saja.

Namun, di Indonesia sendiri hal ini tampaknya tidak terjadi karena mayoritas pemain tampaknya menggunakan versi bajakan. Ya, game berbayar sepertinya masih menjadi alergi bagi para gamer Indonesia. Meski harganya sendiri sebenarnya tidak terlalu mahal, hanya Rp99.000.

Old School Runescape

Untuk game yang satu ini mungkin bisa dimaklumi jika belum banyak gamer di Indonesia yang mengetahui tentang game yang satu ini. Karena Runescape memang merupakan salah satu game massively multiplayer online role-playing game (MMORPG) yang muncul di awal tahun 2000-an.

Dimana saat itu sepertinya masih sangat sedikit orang di Indonesia yang memainkan game PC, apalagi bermain online saat itu.

Game ini sendiri masuk ke pasar ponsel pada tahun 2018 dan langsung meledak karena banyak gamer di luar sana yang ingin bernostalgia dengan game yang satu ini. Namun sayangnya hype game tersebut tentu tidak dimiliki oleh para gamers Indonesia.

Roblox

Banyak yang mengatakan bahwa Roblox adalah kembaran dari Minecraft. Dengan gaya grafis kubistis + fleksibilitas permainan Lego, permainan ini hadir untuk bersaing dengan minecraft. Bahkan tercatat bahwa pengguna aktif Roblox sendiri telah menyalip Minecraft di luar negeri. Roblox sendiri lebih unggul dalam hal interaksi sosial karena basisnya adalah game MMOG (Massively Multiplayer Online Game). Terlebih lagi, game ini gratis dibandingkan dengan Minecraft yang berbayar. Namun sayangnya game ini sepertinya gagal menjadi besar di Indonesia. Minimnya Youtuber atau Influencer yang memainkan dan memperkenalkan game ini menyebabkan Roblox tidak meledak di sini, bahkan dibandingkan Minecraft.

Dragon Ball Dokkan Battle

Di luar negeri hal yang berbau anime dragon ball biasanya akan mendapatkan perhatian lebih. Tidak terkecuali game Dragon Ball Dokkan Battle yang dirilis pada tahun 2015 lalu, dan masih ramai hingga saat ini. Game ini sendiri menggabungkan banyak elemen dari game mobile khas seperti board game, game kartu koleksi, dan juga teka-teki persamaan warna ala Zuma.

Dan meskipun mendapat sambutan yang sangat baik di luar negeri, game ini sendiri hampir tidak terdengar sama sekali di Indonesia. Entah karena pihak marketingnya tidak menyasar wilayah Indonesia atau memang saat itu para gamers di sini sudah terhipnotis oleh game MOBA mobile dan battle royale.

Clash of Clans / Clash Royale

Ada masanya game Supercell mendominasi pasar Indonesia. Tepatnya sebelum era MOBA dan battle royale menyerang gamer mobile Indonesia, mereka mulai beralih dari game kasual ke game yang membutuhkan lebih banyak strategi, plus mulai beradaptasi dengan transaksi mikro yang sebelumnya tidak dikenal.

Namun sayangnya sekarang game Supercell seperti Clash of Clans dan Clash Royale sudah ditinggalkan oleh para gamers Indonesia. Padahal game-game ini sendiri sebenarnya memiliki iklim komunitas yang sangat bagus di luar, memiliki turnamen esports sendiri, bahkan bertanding di Asian Games.