TELUKKUANTAN – Tim gabungan yang terdiri atas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Singingi, Polres Kuantan Singingi (Kuansing) dan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kuansing melakukan patroli illegal logging di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh, Kamis (5/8/2021).
Menurut Kepala UPT KPH Singingi, Abriman, tim gabungan tetap masuk melalui Nagari Air Amo, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Hanya saja, jalur yang dilewati tidak lagi lewat jalur sebelumnya.
“Kita coba jalur lain untuk masuk ke Bukit Betabuh, tidak bisa pakai mobil, pakai tracker dan kami sampai ke lokasi,” ujar Abriman.
Tidak mudah perjuangan tim gabungan untuk masuk ke Bukit Betabuh. Jatuh dari atas motor sudah menjadi resiko. Bahkan, menurut Abriman, salah seorang anggotanya mengalami luka bagian kepala karena jatuh.
“Sampai di Bukit Betabuh, kami menemukan bekas illegal logging. Mulai dari tual kayu yang akan diangkut, sampai pokok kayu yang sudah ditebang,” kata Abriman.
Selama patroli, tim gabungan memang tidak menemukan kendaraan atau pun alat berat yang digunakan untuk kegiatan illegal logging. Abriman menduga, alat berat dan mobil sudah keluar karena sudah dipatroli.
Tim gabungan tidak melanjutkan perjalan lebih jauh. Sebab, hari sudah mulai gelap. Mereka sudah bisa memastikan bahwa ada kegiatan illegal logging di Bukit Betabuh. Karena sudah gelap, tim keluar dari Bukit Betabuh.
“Pas kami keluar, udah malam. Kami baru sadar, kendaraan operasional milik LAMR Kuansing telah dirusak OTK. Mungkin para pelaku pembalak liar,” ujar Abriman.
Mobil LAMR Kuansing dirusak OTK dengan cara bannya ditusuk keempat-empatnya. Menurut Abriman, mobil ini memang ditinggal dekat perkampungan, karena tidak bisa masuk ke Bukit Betabuh. Jenis kendaraan yang bisa masuk hanya double cabin.
Sementara itu, kayu yang berada di perkampungan sudah disita oleh KPH Sijunjung. Menurut Abriman, setidaknya lima mobil sudah diangkut sebagai barang bukti. Sementara sisanya sudah di-police line.
“Tumpukan kayu berada di luar Kuansing, jadi yang berhak menyita adalah KPH Sijunjung,” ujar Abriman.
Tim gabungan sengaja masuk via Sijunjung ke Bukit Betabuh karena akses lebih mudah. Jika masuk lewat Lubukambacang, maka diperlukan waktu seharian untuk mencapai lokasi. Itu pun ditempuh dengan cara jalan kaki.




