PEKANBARU – Guna membantu pemerintah dalam mencapai ‘herd immunity’ di Provinsi Riau, Anggota DPRD Provinsi Riau, Sewitri menyisipkan agenda sosialiasi ‘vaksinasi’ kepada masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) nya, yakni Siak – Pelalawan.
Dikatakan Ketua Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pelalawan ini, vaksinasi merupakan satu-satunya jalan untuk bisa membebaskan masyarakat dari pandemi Covid-19 yang sudah melanda Indonesia satu setengah tahun belakangan.
Politisi Golkar ini tak memungkiri jika di tengah-tengah masyarakat saat ini masih ada isu-isu tidak benar berkaitan dengan vaksin. Akibatnya, banyak warga yang enggan untuk divaksin karena termakan hoax.
Makanya, momen reses ini dimanfaatkan Sewitri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang masih termakan isu-isu tidak benar. Dia menjelaskan berdasarkan fakta-fakta yang ada sejak vaksinasi dilakukan pemerintah.
“Kita juga mengimbau dan mensosialisasikan vaksin kepada masyarakat, karena ternyata berita hoax tentang vaksin itu memang sampai ditengah masyarakat yang berakibat mereka tidak mau menerima vaksin,” katanya,
Selain mensosialisasikan vaksinasi, Sewitri juga memborong beras masyarakat di Kabupaten Siak dengan total 20 ton. Beras ini merupakan hasil panen dari petani lokal, yakni 10 ton di tahun 2020 dan 10 ton lagi di tahun 2021 ini.
“Beras ini kami beli dari petani lokal di Siak, ditujukan kepada warga yang kondisi ekonominya lemah dan terdampak Covid-19, karena kondisi ekonomi belum membaik dan kami masih ada sedikit rezeki sehingga bisa membagikan 20 ton beras pada saat reses kali ini untuk membantu masyarakat di Dapil Siak-Pelalawan,” katanya.
Dijelaskannya, pada reses kali ini, bantuan sosial yang dia bagikan berupa beras sebanyak 20 ton yang setiap Kartu Keluarga (KK) mendapatkan 5 kg beras. Artinya, ada sekitar 4.000 KK yang menerima bantuan ini.
“Alhamdulillah semua sudah didistribusikan, pembagiannya dimulai sejak Senin 23 Agustus sampai Ahad 29 Agustus mendatang,” jelasnya.
Ketua Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pelalawan ini berharap, beras ini bisa meringankan beban masyarakat. Sebab, bagaimanapun beras adalah kebutuhan pokok masyarakat.
“Bantuannya dikhususkan untuk beras, karena beras adalah makanan pokok. Jadi kalau bentuk beras sudah sangat alhamdulillah sekali,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Pelalawan, Nopa Pratiwi menuturkan, pandemi Covid-19 sangat berdampak dengan kebutuhan sehari-hari keluarganya. Dia berharap supaya pandemi ini cepat berlalu.
“Sejak pandemi penghasilan saya berkurang. Sangat berpengaruh, apalagi usaha saya hanya buka kedai kecil, saat ini sepi pembeli. Terimakasih dengan adanya bantuan beras ini. Alhamdulillah bisa untuk membantu kebutuhan keluarga saya,” katanya.




