PEKANBARU – Banyak komponen listrik PLN (Perusahaan Listrik Negara) di Pekanbaru dicuri menyebabkan pasokan listrik terganggu dan dapat membahayakan masyarakat.
Khusus di Pekanbaru saja, ada sebanyak 11 komponen di LS Board yang sering dicuri. Padahal itu komponen pada jaringan listrik yang berfungsi sebagai pengendali, pelindung dan pembagi aliran listrik yang bersumber dari gardu distribusi /trafo ke saluran pelayanan atau ke rumah masyarakat.
Sebelas LS Board yang rusak karena dicuri komponennya di Kota Pekanbaru diantaranya pada gardu KB 712 Jl.Sawai, KB 643 Jl. Riau Happy Puppy, KB 772 Jl. Melati Doraemon, KB 672 Jl. Lumba Lumba, KB 422 Jl. Riau Gg.Saeran, KB 734 Jl. Sm amin ujung, KB 612 Jl. Air hitam sisiip Sm Amin ujung, KB 777 Jl.Riau Baru, KB 775 Jl.M yamin jembatan, KB 763 Jl. Bakti sisip dan KT 05 di Simpang Jl Sultan Syarif Kasim.
Hal itu berdampak pada jaringan listrik di wilayah kerja PLN (Persero) Riau. Terakhir listrik diketahui padam akibat komponen listrik di 11 gardu dicuri, termasuk di gardu Markas Korem 031 Wirabima.
Padamnya listrik itu dibenarkan pihak PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan atau UP3 Pekanbaru. Banyaknya komponen listrik dicuri setelah dicek oleh petugas ke lokasi.
“Di lokasi, petugas kita menemukan kunci gardu rusak. LS board kita juga sudah tak terkunci,” ujar Humas PLN UP3 Pekanbaru, Dwi Ramdhani, kepada GoRiau Kamis (26/08/2021).
Aksi pencurian komponen PLN oleh orang tidak dikenal pertama kali diketahui, Senin (23/08/2021) sekitar pukul 10.41 Wib di wilayah kerja ULP Lipat Kain. Petugas di lapangan mendapat laporan adanya pemadaman di daerah tersebut.
Setelah menerima laporan pemadaman, petugas PLN langsung turun ke lokasi. Di lokasi petugas melihat kotak kunci gardu yang digembok rusak. Diduga kerusakan akibat dirusak orang tak dikenal.
“Saat dicek didalam box gardu ditemukan beberapa komponen arus listrik telah raib. Sudah tidak ada lagi, diduga dicuri,” tegas Dwi.
Dwi menerangkan, jika komponen listrik dicuri, jaringan listrik di Riau bisa terganggu dan akan berdampak pada layanan PLN kepada masyarakat.
Sementara Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Pekanbaru, Said Murtazak menyebut LS Board hilang akibat ada indikasi dicuri. Selain menganggu, pencurian juga dapat membahayakan pelaku.
“Ditemukan banyaknya pintu LS Board hilang yang terindikasi dicuri, hilangnya pintu LS Board dapat mengganggu pasokan listrik dan dapat membahayakan khususnya bagi masyarakat di lingkungan sekitar gardu tersebut,” katanya.
Selain 11 gardu tersebut, pencurian juga terjadi di gardu KT 05 di Simpang Jalan Sultan Syarif Kasim. Pencurian ini bahkan sempat menyebabkan listrik pada Markas Korem 031 Wirabima beberapa waktu lalu.
Terkait pencurian itu, PLN wilayah Riau meminta maaf atas ketidaknyaman yang dirasakan pelanggan akibat pemadaman listrik. Dwi juga meminta masyarakat yang melihat aksi pencurian komponen listrik untuk melapor melalui saluran resmi.
“Bila ada oknum yang mengatasnamakan petugas PLN tetapi tidak memiliki identitas dan surat tugas yang jelas, mohon untuk dapat melaporkan ke PLN melalui contact center 123,” tutupnya.




