Jadi ‘Ladang Kecurangan’, Abu Khoiri Minta Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Kewajiban Naik Pesawat Pakai Swab PCR

PEKANBARU – Anggota Komisi V DPRD Riau, Abu Khoiri, meminta pemerintah pusat mengkaji kembali kewajiban swab test PCR sebagai syarat utama untuk bepergian menggunakan pesawat.

Hal itu disampaikan pria yang biasa disapa Aboy ini setelah penangkapan lima orang yang kedapatan memakai surat keterangan swab PCR palsu di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, beberapa hari yang lalu.

“Harusnya dengan surat vaksin sudah bisa mengurangi potensi penularan. Kenapa mesti PCR lagi? PCR ini menciptakan oknum-oknum untuk meraup keuntungan dengan cara tidak jujur,” ujar Politisi PKB ini, Jumat (27/8/2021).

Kesempatan berbuat curang itu, jelas Aboy, dikarenakan banyak orang yang ingin mencari harga murah. Dan dia yakin, hal-hal seperti ini sudah sering terjadi dan kebetulan saja ada yang tertangkap.

Bepergian menggunakan pesawat, lanjut Aboy, tidak hanya untuk kalangan ekonomi ke atas saja, namun orang-orang dengan kemampuan ekonomi terbatas juga terkadang menggunakan fasilitas pesawat terbang, misalnya ketika ada keluarga meninggal.

Tak hanya dari sisi penumpang saja, kewajiban penggunaan swab PCR membuat dampak ekonomi, sebab pengguna pesawat semakin sedikit dan orang-orang yang bergantung hidup di bandara juga menjadi semakin sulit.

Dia mencontohkan, saat ini kondisi ekonomi sopir taksi bandara sangat memprihatinkan, bahkan berdasarkan keluhan yang dia terima, tak jarang sopir taksi tidak mendapatkan sewa satu hari.

“Ini juga menimbulkan banyak efek ekonomi pada masyarakat, kebijakan ini harus ditinjau ulang. Cari kebijakan yang beresiko rendah dan lebih efektif. Belum lagi kita bicara penyakit yang bisa saja timbul karena hidung sering ditusuk-tusuk begini,” tegasnya.

Lebih jauh, Aboy juga mempertanyakan berapa sebenarnya modal yang diperlukan untuk satu orang swab, sebab terjadi penurunan harga swab dari Rp 1 juta lebih menjadi Rp 500 ribuan.

“Ini kan kewenangan pusat, pemerintah daerah hanya ikut saja, jadi kita tidak tahu berapa komponen biayanya,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid sudah mengusulkan kepada pemerintah agar menghapus kebijakan swab PCR bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin sebagai syarat melakukan perjalanan.

“Kita sudah usulkan kepada pemerintah agar menghapus kebijakan pemberlakuan syarat perjalanan yang menggunakan PCR dan antigen, khusus untuk warga yang sudah vaksin,” ujar Politisi PKB ini.

Wahid juga mendorong agar pemerintah fokus saja melakukan vaksin agar target vaksinasi segera terealisasi. “Persyaratan keberangkatan yang ribet itu justru merepotkan warga, seharusnya pemerintah fokus mencapai target vaksinasi, agar herd immunity terwujud, kalau bisa november tuntas,” tegas wahid lagi.