PEKANBARU – Prestasi atlet-atlet maupun klub bola voli yang ada di Riau untuk saat ini jauh menurun, dibandingkan dengan tahun 1970 sampai 1980an.
Itulah yang dikatakan sesepuh legenda voli Riau, Marzuki Taher, Senin (25/10/2021).
“Terbukti PON Papua kemarin, Riau tidak lolos, ini adalah salah satu penurunan,” katanya.
Tentu prestasi yang didapat oleh para atlet tidak terlepas dari pembinaan. Menurutnya banyak dari pelatih voli yang tidak jeli melihat potensi atlet di Riau hingga tidak berdayanya pelatih dan pengurus mempertahankan atlet itu sendiri sebagai atlet Riau.
“Ini yang harus kita benahi, ini yang pertama,” ucapnya.
Lebih jauh Marzuki menjelaskan untuk potensi atlet maupun calon atlet bola voli di Riau masih sangat besar, apalagi banyak dari anak-anak muda Riau yang memiliki postur yang menjulang tinggi.
Namun banyak juga saat ini para anak muda yang tidak tertarik dengan olahraga voli, menurut Marzuki ini adalah tugas pelatih dan pengurus untuk membujuk serta memberi pemahaman terhadap anak-anak muda yang ada di Riau agar tertarik dengan olahraga voli.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
“Itulah tugas kita, bagaimana caranya biar dia suka. Kalau perlu pelatih datang ke keluarganya,” tegasnya.
Namun Marzuki juga berharap pemerintah tidak hanya berpangku tangan saja, melainkan pemerintah juga harus ikut terlibat dalam pengembangan dan pembinaan atlit voli di Riau dengan cara menggelontorkan anggaran dan juga sarana dan prasarana.




