TELUKKUANTAN – Realisasi keuangan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau masih rendah. Totalnya, serapan anggaran di triwulan tiga baru sebesar 36,60 persen.
“Per September 2021, realisasi keuangan di 26 organisasi perangkat daerah (OPD) masih 36,60 persen atau sekitar Rp481 juta lebih,” ujar Plt Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kuansing, Firman Mustari, Senin (25/10/2021) di Telukkuantan.
Dari 26 OPD, lanjut Firman, ada beberapa OPD yang realisasi di atas 50 persen. Yakni, Inspektorat 52,98 persen, Dinas Pendidikan 53,09 persen, Dinas PMPTSP 51,91 persen, Satpol PP 57,03 persen, Bappeda Litbang 54,85 persen dan RSUD 53,11 persen.
Kemudian, realisasi fisik baru mencapai 43,59 persen. OPD yang sudah di atas 50 persen yakni RSUD 79,66 persen, Bappeda Litbang 54,85 persen, Satpol PP 57,03 persen, DPMPTSP 51,91 persen, Dinas Perikanan 57,23 persen, Dinas Pendidikan 53,27 persen dan Inspektorat 52,98 persen.
Menurut Firman, rendahnya realisasi fisik dan keuangan disebabkan lambatnya OPD memulai kegiatan. Sebab, kebanyakan OPD menunggu pergeseran anggaran APBD murni.
“Kemaren ada beberapa kali dilakukan pergeseran anggaran, ini juga menjadi penyebab lambatnya kegiatan OPD. Mudah-mudahan, di triwulan empat, semua selesai dan target tercapai jelang tahun anggaran berakhir,” ujar Firman.




