PEKANBARU- Anggota DPRD Riau Dapil Inhil, Sulaiman MZ, mengakui dirinya sudah sangat sering sekali mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) tentang Jembagan Parit 16, Pulau Kijang, Kecamatan Reteh.
“Kita sangat prihatin, karena memang jembatan ini sudah sering diusulkan perbaikannya. Tapi tak juga diperbaiki,” kata Sulaiman, politisi PAN dari Daerah Pemilihan (Dapil) Indragiri Hilir, Senin (25/10/21).
Bahkan saat masih menjabat di DPRD Inhil periode 2014-2019, dia juga sering menyampaikan ini, namun pemerintah tak kunjung melakukan penanganan, dengan alasan keterbatasan anggaran.
Menurut Sulaiman lagi, untuk menghindari jatuhnya korban berikutnya, Pemkab melalui instansi terlait diminta tak lagi menunda pembangunan jembatan secara permanen. Peran Pemprov Riau juga sangat diharapkan melalui dana hibah.
“Itu akses satu-satunya masyarakat melewati di daerah tersebut. Kalau cuma diperbaiki sedikit, nanti khawatirnya rusak lagi. Sementara inikan akses penting bagi warga,” ujar
Sebelumnya, kerusakan berat yang terjadi di Jembatan Parit 16, Pulau Kecil, Kecamatan Reteh, akhirnya memberikan kerugian kepada masyarakat, dimana satu unit mobil pengangkut ayam jatuh ke sungai.
Jatuhnya mobil ini dikarenakan kayu jembatan yang tak mampu menahan beban mobil pengangkut ayam. Akhirnya, mobil ini jatuh ke sungai sehingga memberi kerugian ratusan juta.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
Tokoh Masyarakat Inhil, Musyaffak Asikin, mengatakan pemerintah harus segera mengambil sikap karena ini memang betul-betul darurat. Sebab, dia tak ingin manusia menjadi korban buruknya infrastruktur.
“Kalau sekarang mungkin ayam, bisa saja nanti manusia yang jadi korban,” tegasnya, Senin (25/10/2021).




