SELATPANJANG – Lahan seluas lebih kurang 3.300 meter persegi yang berada di Jalan Sungai Niur, Desa Alahair Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau terlihat sudah seperti Agro Wisata. Karena berbagai jenis tanaman ditata rapi dan dibuatkan jalur untuk bisa melihat seluruh jenis tanaman tersebut.
Lahan-lahan semula terbengkalai itu sekarang di penuhi bermacam-macam tanaman. Lahan seluas 3.300 meter tersebut diisi tanaman sayuran buah dan sayuran daun seperti labu madu, labu air, cabe, jagung, timun, bawang merah.
Selain itu juga ada tanaman buah-buahan seperti kelengkeng merah, kelengkeng new kristal, kelengkeng aroma durian, kelengkeng mata lada, mangga irwin super, mangga mahatir, jambu madu, at’tin, duku tanpa biji, jeruk sankis, kelapa hijau, kelapa pandan wangi, kelapa kopyor dan semangka.
Pembina Kelompok Tani Meranti Agro Lestari dan juga seorang ASN Dinas Pertanian Kepulauan Meranti, Jufri JR SE menjelaskan semua itu dilakukan agar bisa menjadi contoh bagi seluruh masyarakat supaya bisa memanfaatkan lahan-lahan tidur yang ada di sekitar, sehingga bisa lebih menghasilkan.
“Berbagai jenis tanaman tersebut berkat kerja keras kelompok tani sejak tahun 2015. Dulu lahan itu dipenuhi hutan, namun pada tahun 2017 kita mulai bercocok tanam. Tak hanya tanaman sayuran buah dan sayuran daun, kita juga manfaatkan tanah yang kosong dengan menanam buah-buahan,” ucapnya.
Dikatakannya, kelompok tani ini juga akan merencanakan kedepannya memanfaatkan jalur dan parit di sekitar lahan yang kosong untuk beternak. Menurutnya di sela-sela pinggir tanaman yang kosong masih bisa dimanfaatkan seperti budidaya ikan, dan itik petelur.
“Insyaallah tahun depan akan ada budidaya ikan nila dan ternak itik petelur, doakan saja dan support kami terus ya,” ujar Jufri.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
Kelompok tani ini memiliki motto kreatif, produktif, inovatif dan mandiri. Menurutnya semua itu bisa dilakukan jika benar-benar fokus dan memiliki keinginan yang kuat. Karena ia menilai masih banyak lahan di Meranti yang bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk bisa menghasilkan.
“Lahan kita di Meranti ini cukup baik untuk dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman pertanian dan hortikultura. Asal mau atau tidak saja lagi. Jika masyarakat lain mau, kami juga siap menjadi pembimbing atau mentor hingga berhasil nantinya,” katanya.
Bahkan pendanaan yang dikumpulkan secara bersama oleh seluruh anggota kelompok tani sudah lebih dari cukup. Karena disebutkannya, biaya untuk bisa bertani tidak besar jika dibandingkan dengan hasil yang akan diterima nantinya saat panen.
“Jika semua masyarakat Meranti yang memiliki lahan mau memanfaatkan untuk berbagai hasil tanaman hortikultura, mungkin kita bisa mandiri dan tidak ketergantungan lagi dari daerah lain. Namun harus dilakukan secara bersama-sama dan menyeluruh,” ucapnya.
Ketua Kelompok Tani Meranti Agro Lestari, Sudarmono menambahkan, mereka memiliki visi dan misi yakni ‘Berbuat Sebelum Orang Lain Berpikir’. Artinya, jika orang baru akan memikirkannya, mereka sudah berbuat dan menunjukkan hasilnya.
“Sehingga bisa memotivasi orang lain untuk bisa berbuat sama. Jika semuanya bisa berbuat hal yang sama, masyarakat kita tidak akan kesulitan. Khususnya secara ekonomi,” bebernya.
Beberapa waktu lalu, Anggota DPD/MPR RI Dr Hj Intsiawati Ayus SH MH juga sempat mengunjungi perkebunan Kelompok Petani Meranti Agro Lestari, dalam kunjungan itu ia juga menyerahkan bantuan bibit bawang kepada kelompok tani tersebut.




