Fadli Zon Hadiri Arak-Arakan Budaya di Riau, Ribuan Warga Meriahkan Acara

banner 468x60

Inforiau.ID, PEKANBARU – Ribuan warga dan peserta dari berbagai suku serta paguyuban memeriahkan Arak-Arakan Keberagaman dalam rangka Hari Kebudayaan Nasional 2026 yang digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Balai Adat Melayu Riau tersebut dihadiri langsung Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi yang mewakili Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, serta sejumlah tokoh adat dan pejabat daerah.

banner 400x400

Beragam atraksi seni, pakaian adat, hingga pertunjukan tradisional dari berbagai daerah ditampilkan dalam arak-arakan yang diikuti sekitar 1.000 peserta dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 09.10 WIB dengan keberangkatan peserta dari kawasan Jalan Thamrin menuju Balai Adat Melayu Riau di Jalan Diponegoro.

Sepanjang arak-arakan, peserta menampilkan kekayaan budaya Nusantara, mulai dari tari Zapin Melayu, pencak silat, kompang, calempong, kesenian masyarakat Sakai dan Talang Mamak, hingga parade Kesultanan Siak dan Kesultanan Pelalawan.

Tidak hanya budaya Melayu, kemeriahan juga diwarnai penampilan kesenian Minangkabau, Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, Sunda, serta berbagai komunitas budaya lainnya.

Atraksi Reog, Kuda Lumping, Barongsai, Gandang Tasa, Tari Piring, hingga parade busana adat turut menambah semarak perayaan keberagaman budaya tersebut.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang tiba sekitar pukul 09.00 WIB disambut Sekda Riau bersama jajaran pengurus LAMR melalui pertunjukan pencak silat tradisional.

Dalam sambutannya, Fadli Zon mengapresiasi LAMR dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan budaya berskala besar tersebut.

Menurutnya, keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kebudayaan merupakan hasil perjalanan panjang peradaban manusia. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur, pengetahuan, pengalaman, serta kearifan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Fadli Zon.

Ia menegaskan, kebudayaan tidak hanya terbatas pada seni tari, musik, maupun pakaian adat, tetapi juga mencakup bahasa, tradisi lisan, manuskrip, permainan rakyat, kuliner, hingga pengetahuan tradisional.

Fadli berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, melainkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memajukan kebudayaan Indonesia.

“Saya berharap generasi muda turut mengambil peran penting dalam upaya tersebut. Mereka harus mengenal akar budayanya, mencintai tradisinya, sekaligus mampu mengembangkan kebudayaan sesuai dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa,” katanya.

Pemprov Riau Sampaikan Tiga Harapan kepada Menteri Kebudayaan

Sementara itu, Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi menyampaikan sejumlah harapan kepada Menteri Kebudayaan terkait penguatan pelestarian warisan budaya di Bumi Lancang Kuning.

Salah satunya, dukungan pemerintah pusat untuk merevitalisasi museum di Provinsi Riau agar dapat menjadi ruang pelestarian sekaligus pengenalan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat.

Selain itu, Pemprov Riau juga mengharapkan bantuan penataan dan pelestarian kawasan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar sebagai salah satu peninggalan sejarah penting di Riau.

Syahrial turut menyampaikan kesiapan pemerintah daerah mendukung pembentukan Balai Pelestarian Kebudayaan di Riau.

Menurutnya, Pemprov Riau telah menyiapkan tiga bidang lahan untuk mendukung rencana tersebut, dengan harapan realisasinya dapat dilakukan pada akhir 2026.

Dalam kesempatan itu, Syahrial juga mengajak masyarakat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkenalkan kebudayaan Riau hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyampaikan bahwa Arak-Arakan Keberagaman bukan sekadar pertunjukan seni dan pakaian adat, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Melalui kegiatan Arak-Arakan Keberagaman ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa persatuan tidak mengharuskan kita menjadi sama. Kita boleh berbeda dalam adat, bahasa, pakaian, kesenian, dan tradisi, tetapi kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Ia berharap momentum Hari Kebudayaan Nasional 2026 semakin memperkuat kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga adat, serta komunitas budaya dalam menjaga warisan tradisi.

Turut hadir Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf, anggota DPD RI daerah pemilihan Riau Abdul Hamid dan Sewitri, Kepala Dinas Kebudayaan Riau Aryadi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus LAMR kabupaten/kota.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan arak-arakan oleh Menteri Kebudayaan bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Riau dan tamu kehormatan, serta berbagai penampilan seni budaya Nusantara.

Perayaan tersebut menjadi ajang memperkenalkan kekayaan tradisi sekaligus mempererat persaudaraan antarsuku yang hidup berdampingan di Provinsi Riau.

banner 970x250