Mahasiswa UIR Kembali Demo Kantor Gubernur Riau, Ini Tuntutannya

banner 468x60

Inforiau.ID, PEKANBARU – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) kembali menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (26/10/2026).

Dalam aksi jilid III tersebut, mahasiswa menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang. Mereka mendesak pemerintah mengambil langkah konkret mengatasi kabut asap serta menindak tegas korporasi yang terbukti terlibat pembakaran lahan.

banner 400x400

Aksi yang diikuti sekitar 50 mahasiswa itu dikoordinatori M. Ridho Gunawan dan M. Ramadhanu Hasibuan. Massa tiba sekitar pukul 15.55 WIB dan langsung berorasi menggunakan mobil komando.

Sejumlah spanduk dan poster turut dibentangkan dengan tulisan “Pulihkan Ekosistem Gambut Riau”, “Riau Krisis Ekologis”, hingga “Mundur Satu Langkah adalah Bentuk Pengkhianatan”.

Dalam orasinya, mahasiswa mengkritik penanganan karhutla yang dinilai belum maksimal. Mereka menyebut kebakaran lahan dan kabut asap terus berulang tanpa penyelesaian yang menyentuh akar persoalan.

Mahasiswa juga menyoroti dugaan keterlibatan korporasi dalam kasus karhutla. Mereka meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan tanpa tebang pilih.

Dalam aksi tersebut, BEM UIR menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Provinsi Riau.

Pertama, mendesak pemerintah menangani kabut asap lintas provinsi secara terkoordinasi, bukan saling melempar tanggung jawab.

Kedua, menuntut penegakan hukum yang tegas dan transparan terhadap pelaku pembakaran lahan, termasuk korporasi yang terbukti terlibat.

Ketiga, meminta pemerintah menghadirkan solusi nyata terhadap dampak karhutla, khususnya di sektor pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.

Tak hanya mengkritik pemerintah daerah, mahasiswa juga menyoroti pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai berbagai persoalan masyarakat, termasuk krisis lingkungan, belum ditangani secara optimal.

Sekitar pukul 16.25 WIB, massa aksi ditemui Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau yang didampingi Kepala Biro Hukum.

Namun, mahasiswa menolak pertemuan tersebut dan bersikeras ingin menyampaikan tuntutan secara langsung kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Hingga pukul 17.40 WIB, massa akhirnya membubarkan diri. Meski demikian, BEM UIR menyatakan akan kembali menggelar demonstrasi jilid IV dengan jumlah peserta yang lebih besar.

Rencana aksi lanjutan itu menjadi bentuk desakan mahasiswa agar Pemerintah Provinsi Riau lebih serius menangani karhutla, menegakkan hukum lingkungan, dan melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

banner 970x250