oleh

Hebatnya Valentino Rossi, Juara Kelas 500cc dengan Motor Tim Satelit

VALENTINO Rossi memulai debut di kelas 500cc –sekarang disebut MotoGP– pada 2000. Di musim pertamanya tersebut, secara luar biasa Rossi finis di posisi dua. Menjadi luar biasa, karena selain musim debut The Doctor –julukan Rossi– di balap motor paling elite, pembalap berpaspor Italia itu hanya membela tim satelit Honda, yakni Nastro Azzuro Honda.

Pencapaian yang lebih sensasional terjadi semusim berselang. Masih dengan motor yang sama, Rossi keluar sebagai juara dunia! Setelah melalui 16 race, Rossi mengemas 325 angka, unggul 116 poin dari Max Biaggi di posisi dua.

banner 300x250

Pada musim tersebut Rossi mengoleksi 11 kemenangan dengan total 13 kali naik podium. Meski berstatus tim satelit, motor Honda NSR500 yang dimiliki Rossi disinyalir memiliki kualitas setara dengan kuda besi pabrikan Honda saat itu, Repsol Honda.

BACA JUGA: Rossi Bantah Keterpurukan Yamaha di MotoGP 2017 karena Hengkangnya Lorenzo ke Ducati

Persamaan antara motor Nastro Azzuro Honda dan Repsol Honda meliputi mesin, sasis, rem dan lain-lain. Bisa dibilang tak ada perbedaan antara motor Rossi dengan kuda besi milik pabrikan Honda tersebut. Lantas, mengapa Rossi tidak langsung membela tim pabrikan ketika naik ke kelas utama pada 2000?

Saat itu di tim pabrikan Honda sudah bercokol tiga pembalap. Sebut saja Tadayuki Okada, Sete Gibernau dan Alex Criville. Jelas sulit menyingkirkan ketiga nama di atas, mengingat mereka sudah punya nama besar di kancah balap motor internasional. Karena itulah, Honda yang takut Rossi dicomot tim lain langsung diberikan tempat di tim satelit.

Seperti yang sudah diutarakan di atas, meski memiliki embel-embel tim satelit, kualitas motor Rossi setara dengan kuda besi tim pabrikan. Hal itu berbeda dengan motor tim satelit dan pabrikan saat ini. Meski secara sasis dan mesin sama, setting-an rem dan lain-lain terdapat perbedaan. Meski begitu, performa Rossi tetap layak diapreasi.

BACA JUGA: Rossi Komentari Buruknya Performa Yamaha di MotoGP 2017

Sebab dengan usianya yang saat itu baru menginjak 21 tahun, Rossi mampu mengalahkan pembalap-pembalap ternama yang sudah makan asam garam di MotoGP, semisal Biagi, Criville, Loris Capirossi hingga Carlos Checa.

Semenjak naik ke kelas 500cc/MotoGP pada 2000, Rossi sudah mengoleksi tujuh gelar juara dunia. Jika digabung pencapaian di semua kelas, Rossi total telah mengemas sembilan gelar juara dunia.

(Ram)