oleh

Pembukaan CPNS 2018, Cek Bocoran Posisi yang Dibutuhkan!

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokarasi (PAN-RB) akan kembali membuka penerimaan Calon Pegawai Negara Sipil (CPNS) pada 2018. Rencananya , pembukaan lowongan CPNS ini meliputi formasi pegawai di kementerian, lembaga dan pemerintah daerah.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kemenpan-RB Herman Suryatman mengatakan, untuk pembukaan CPNS 2018, pihaknya akan memprioritaskan untuk mengisi jabatan guru dan juga pegawai medis. Karena menurutnya, kedua posisi tersebut sangat penting dan membutuhkan tenaga yang banyak.

banner 300x250

 Baca juga: Tidak Lakukan Sidak, Menpan-RB Minta PPK Monitoring PNS yang Bolos

“Nanti kita lihat rekapitulasinya seperti apa. (Tapi) yang jadi prioritas secara nasioanal adalah guru dan pegawai kesehatan,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (3/12/2018).

Selain kedua posisi tersebut lanjut Herman, ada beberapa posisi dan jabatan yang masih akan menjadi prioritas dalam pembukaan CPNS 2018. Khususnya posisi dan jabatan yang strategis untuk menunjang dan mendukung program Nawacita Presiden Joko Widodo.

 Baca juga: PNS Bolos di 2 Januari, Menpan RB: Bisa Turun Pangkat!

“Tentunya, jabatan yang sifatnya spesifik untuk mendukung program Nawacita pemerintah. Bukan pegawai administrasi ya,” jelasnya.

Sebagai informasi sebelumnya, Kepala Badan Kepagaiwaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan sudah ada beberapa daerah yang mengajukan kebutuhan pegawai baru untuk pembukaan CPNS 2018. Dimana kebanyakan daerah mengajukan kebutuhan pegawai sebagai guru.

 Baca juga: Menpan RB: Lulusan STAN Akan Disebar ke Seluruh Kementerian dan Daerah

“Ada beberapa tapi kan kita butuh data yang lebih detail. Saya enggak hafal angka pastinya tapi yang paling banyak guru,” ucapnya.

Meskipun begitu lanjut Bima, pihaknya akan melakukan kroscek kepada kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal itu untuk memastikan jumlah kebutuhan pasti dari PNS guru pada masing-masing daerah.

“Tapi kita ingin mengecek ke Kemendikbud betul enggak kekurangan guru. Jangan dia asal tulis aja butuhnya sekian gitu. Kita harus kroscek jangan kebanyakan guru tapi gurunya tidak mengajar,” jelasnya.

(rzy)