oleh

Pasangan Calon Pilwali Malang Dikawal Polisi 24 Jam

MALANG – Pemilihan Walikota (Pilwali) Malang 2018 akan memasuki tahap penetapan pasangan calon (Paslon) sekaligus pengundian nomor urut.

Mengantisipasi gangguan keamanan yang ditimbulkan pihak kepolisian tak mau kecolongan, mereka menyiapkan 308 personel guna mengamankan jalannya pleno terbuka penetapan dan pengundian Paslon sebagaimana disampaikan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri saat ditemui Okezone Jumat 9 Februari 2018, sere.

banner 300x250

“Ada antisipasi semua pasangan calon diantar pendukung atau tim suksesnya. Kemungkinan semuanya bertemu itu kami antisipasi,” ungkap Asfuri.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan KPU, Panwaslu, dan Kejaksaan Negeri Kota Malang guna pengamanan hal – hal yang tak diinginkan.

“Kami sudah melakukan MoU dengan pihak terkait tersebut. Sekarang juga situasi masih kondusif, kami harap tidak ada masalah apapun sampai nanti ada yang terpilih,” ujarnya.

Terkait antisipasi pengamanan Paslon usai ditetapkan, Kapolres Malang Kota juga mengungkapkan telah menyiapkan pengawal pribadi untuk masing-masing calon.

“Jadi per pasangan calon dikawal 8 anggota kepolisian selama masa kampanye. 4 polisi untuk calon walikota dan 4 untuk calon wakil walikota. Biar pengawalnya bisa gantian,” tuturnya.

Pengawalan tersebut akan dilakukan 24 jam termasuk mengamankan kediaman masing-masing Paslon yang telah dinyatakan lolos oleh KPU.

Selain itu, pihak Polres Malang Kota juga sudah mengantisipasi kampanye bernuansa ujaran kebencian di media sosial dengan membentuk tim cyber troops yang bertugas memantau aktivitas media cyber saat memasuki masa kampanye hingga proses Pilwali berakhir.

“Semua tentu ingin Pilwali ini berjalan damai, tanpa isu SARA dan ujaran kebencian lainnya. Antara paslon dan tim sukses kita sudah ada pendekatan,” pungkasnya.

(aky)