oleh

LKAR berikan Pelatihan Manajemen Karhutla bagi Masyarakat Peduli Api

SIAK (Inforiau.ID)  – Bertempat di Gedung serbaguna Kampung Rawa Sari, Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, Sabtu, (31/3) Lembaga Konservasi Alam Riau (LKAR) mengadakan Pelatihan dan Diskusi Manajemen KARHUTLA (Kebakaran Hutan dan Lahan) bagi Masyarakat Peduli Api (MPA).

Masyarakat Peduli Api (MPA) adalah organisasi masyarakat desa/kelurahan atau kecamatan yang dibentuk untuk mengatasi kebakaran hutan/lahan di desa/kelurahan dan kecamatannya.

banner 300x250

Budi Kurniawan selaku koordinator program LKAR menyampaikan, program Pelatihan dan Diskusi Manajemen KARHUTLA bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) merupakan program lanjutan dari LKAR yang telah mendampingi MPA di kecamatan Sungai Apit, Ada 5 MPA  kampung di Kecamatan Sungai Apit menjadi dampingan LKAR yakni kampung Sungai Rawa, kampung Penyengat, kampung Rawa Mekar Jaya, kampung Teluk Lanus dan kampung Bunsur.

Ditambahkan Budi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas MPA dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan.

Hadir dalam pelatihan ini penghulu kampung Sungai Rawa Mulyadi, Tomi Koordinator konsorsium Semananjung Kampar, dan pemateri dari Manggala Agni DAOPS Siak Mulyadi.

Mulayadi penghulu kampung Rawa Sari saat memberikan sambutan mengatakan, keberadaan MPA di kampung Sungai Rawa sangat penting, dikarenakan Kecamatan Sungai Apit sebagai salah satu daerah yang sangat sering terjadi kebakaran membutuhkan keberadaan MPA.

MPA sungai Rawa tidak hanya memantau dan ikut memadamkan api di daerah Sungai Rawa saja namun juga ikut di kampung-kampung sekitar tambah Mulyadi.

Mulayadi mengapresiasi atas dilangsungkannya pelatiahan dan diskusi yang dilakukan LKAR ini, dia berharap kegiatan ini menjadi satu tambahan nilai bagi peserta khususnya MPA  Kampung Sungai Rawa.

Tomi selaku koordinator konsorsium Semenanjung Kampar memberikan gambaran mengenai konsorsium semenanjung kampar yang disi oleh 4 lembaga yakni Lembaga Konservasi Alam Riau, Yayasan Lingkar Pesisir Bertuah, SENDS, FMPSK .
Diutarakan Tomi 4 lembaga ini memiliki daerah dampingan masing-masing dan program berbeda.

Materi yang diberikan ke peserta adalah manajemen dan penanganan KARHUTLA, Pencegahan KARHUTLA dan strategi bersama menangani KARHUTLA.

Pemateri dari tim Manggala Agni Daops Siak, dikarenakan kepala Manggala Agni Daops Siak Salendra Jawer berhalangan hadir, kemudiaan diwakilkan kepada stafnya yakni Mulyadi.

Pelatihan dan Diskusi berlangsung dari jam 10.00 wib hingga pukul 15.30 wib, banyak hal yang didapat dari pelatihan dan diskusi ini oleh peserta, Ade salah seorang anggota MPA dari kampung rawa Sari becerita tentang permasalahan yang sering dihadapi anggota MPA dilapangan seperti kekurangan fasilitas dan alat.

Selain itu, Zucki dari MPA Kampung Bunsur mengatakan kurangnya koordinasi di lapangan saat kebakaran yang luas membuat MPA banyak yang binggung ketika perintah dari berbagai pihak disampaikan.

(AK20)