oleh

Grace: Ajakan Haram Pilih PSI Bagian dari Ujaran Kebencian!

JAKARTA – Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie menegaskan, bahwa ajakan yang mengharamkan memilih PSI lantaran menolak Perda Syariah merupakan bagian dari ujaran kebencian.

“Ini kan bagian dari hate space yang berlangsung berawal dari pidato menolak, atau anti-agama,” katanya di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2018).

banner 300x250

(Baca Juga: PSI Tolak Perda Agama Tuai Polemik)

Menurut Grace, ajakan Ketua Majelis Ulama (MUI) Sumatera Barat, Buya Gusrizal itu hanya melihat dari secuil pidatonya. Sehingga terkesan antiagama.

“Petikan pidato kami diambil secuplik saja bahkan dipelintir. Maka, sampailah ke tangan seperti bro Topan (orang edit foto syur), termasuk yang tadi bro (wartawan) sebutkan hingga menangkap PSI seolah-olah menolak bahkan narasi dibuat antiagama. Padahal, tidak kalau dilihat keseluruhan dari isi pidato itu. Justru kita, tujuan utama ingin agar ada keadilan di depan hukum,” ungkapnya.

PSI

(Baca Juga: Pelaporan Grace Natalie ke Bareskrim soal Perda Syariah Dianggap Konyol)

Mantan presenter televisi ini menambahkan, bahwa esensi dari pidato itu, PSI kembali kepada konstitusi. Pasalnya, ujar Grace, tidak mendukung Perda Syariah karena menginginkan adanya persamaan hak seluruh masyarakat.

“Bahwa hak semua warga negara punya hak menjalankan ajaran, kata menolak, atau tidak mendukung, kata persisnya tidak mendukung peraturan daerah, apalagi atas namakan agama. Dan reduksi hak warga negara lain. Yah PSI perjuangkan, adalah setiap warga negara di republik Indonesia ini. Lakukan ajaran agamanya tanpa ada halangan atau malah dipersekusi gara-gara itu,” tutupnya.

(Ari)